Masyarakat Yakin Indonesia Jadi Cashless Society Tahun 2030
JAKARTA, investortrust.id – PT Visa Worldwide Indonesia atau Visa Indonesia memaparkan hasil studi tahunan Consumer Payment Attitudes Study (CPAS) 2023, pada Selasa (19/3/2024). Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, 32% masyarakat Indonesia yakin go cashless atau hidup tanpa cash (uang tunai) di antara tahun 2023-2025 dan 30% lainnya berkisar di tahun 2026-2030.
“Sepertiga konsumen memperkirakan Indonesia akan menjadi cashless society. Sebanyak 62% responden atau 6 dari 10 orang mengatakan kita bisa cashless di antara tahun 2023-2030. Mungkin saja, paling nggak di kota-kota besar nanti kita sudah bisa hidup tanpa cash,” kata Riko di Grand Hyatt, Jakarta Pusat.
Baca Juga
Era Less Cash Society
Riko menambahkan, sebelum menuju cashless society dalam beberapa tahun ke depan, masyarakat harus melewati era less cash society. “Menurut saya, sampai berapa tahun ke depan kita masih susah untuk cashless. Tapi yang pasti adalah less cash society. Dari tahun ke tahun, nantinya kita akan less cash terus, sampai akhirnya suatu hari benar-benar kita tanpa cash,” sebut dia.
Sebagai catatan, berdasarkan data Visa Indonesia, saat ini, 92% rata-rata masyarakat menggunakan dompet digital (e-wallet). Sedangkan metode pembayaran atau transaksi menggunakan internet banking sekitar 81%, kartu debit atau kredit (75%), dan yang masih bertransaksi menggunakan cash kurang lebih 80%.

