Kredit KB Bank (BBKP) Tumbuh 3,07% hingga September 2026, Wholesale Banking Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 3,07% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 45,68 triliun hingga kuartal III-2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen wholesale banking yang meningkat 11% (yoy).
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mengoptimalkan kinerja bisnis dengan tetap menjaga kualitas portofolio kredit, memperkuat pendanaan, serta menerapkan disiplin manajemen risiko.
“Kami akan terus mengoptimalkan kinerja bisnis dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio kredit, pengelolaan pendanaan, dan disiplin manajemen risiko,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga
IHSG Ambruk 7,03% Pekan Ini, Saham MKNT Justru Terbang 83,33%
Dalam menjaga kualitas aset, KB Bank melanjutkan penyehatan portofolio melalui pengelolaan kredit secara berkelanjutan, penyelesaian kredit bermasalah, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit baru.
Upaya tersebut tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang tercatat sebesar 21,62% per September 2026, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kualitas portofolio menjadi salah satu fokus perseroan untuk memperkuat ketahanan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan kredit yang lebih sehat.
Pendapatan Bunga Naik 28,94%
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, KB Bank juga mencatatkan peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 28,94% (yoy) menjadi Rp926 miliar pada kuartal III-2026.
Selain itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) membaik menjadi 1,71%. Perkembangan tersebut mencerminkan upaya perseroan dalam mengoptimalkan pendapatan bunga bersih. “Pertumbuhan pendapatan bunga bersih merupakan perkembangan positif dalam perjalanan transformasi KB Bank,” kata Kunardy.
Baca Juga
KB Bank (BBKP) Ungkap Tantangan Bisnis di Segmen Wholesale Banking
Dari sisi pendanaan, KB Bank membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp44,58 triliun pada kuartal III-2026. Adapun dana murah atau current account and saving account (CASA) mencapai Rp13,01 triliun.
Kunardy mengatakan, perseroan terus memperkuat basis pendanaan melalui pengembangan hubungan dengan nasabah korporasi dan ritel, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta optimalisasi komposisi dana.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan intermediasi secara berkelanjutan di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin kompetitif.
Risiko Nilai Tukar dan Likuiditas
Di tengah dinamika makroekonomi, volatilitas nilai tukar, serta persaingan likuiditas di industri perbankan, KB Bank mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga profitabilitas.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko pasar dan risiko nilai tukar. Upaya ini dilakukan melalui pemantauan eksposur serta penerapan langkah mitigasi sesuai kebijakan internal.
Baca Juga
Dari Kredit ke Ekosistem, Jurus KB Bank (BBKP) Kembangkan Wholesale Banking
“Ke depan, kami akan terus berfokus pada pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan struktur pendanaan, peningkatan efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Kunardy.
KB Bank juga terus mengevaluasi strategi pengelolaan aset dan liabilitas, mengoptimalkan pendapatan, serta memperkuat efisiensi operasional. Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mendukung pemulihan profitabilitas secara berkelanjutan. Dengan dukungan KB Kookmin Bank dan KB Financial Group, KB Bank berkomitmen melanjutkan perbaikan fundamental dan memperkuat ketahanan bisnis.
