Bank Mandiri (BMRI) Perkuat Fitur Livin’ dan Kopra, Keamanan Transaksi Jadi Prioritas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperluas ekosistem keuangan, meningkatkan kemudahan transaksi nasabah, serta memperkuat keamanan layanan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus mengembangkan superapp Livin’by Mandiri.
Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto mengungkapkan, pengembangan Livin’ fokus pada empat kebutuhan utama nasabah, yaitu menyimpan, memindahkan, meminjam, dan mengembangkan dana.
“Kita mau memastikan bahwa layanan core utama kita di bank, tempat kita untuk menyimpan uang, memindahkan uang, meminjam uang, dan menumbuhkan uang, itu harus kami pastikan itu selalu yang terbaik,” dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2026 Bank Mandiri, secara daring, Jumat (23/10/2026).
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Livin’ Next-G yang memungkinkan anak berusia di bawah 17 tahun membuka rekening meskipun belum memiliki KTP. Bank Mandiri juga memperluas layanan pembayaran lintas negara melalui quick response code Indonesian standard (QRIS) antarnegara.
Pada Agustus 2026, Livin’ memperluas layanan QRIS ke CHina dan Korea Selatan. Dengan penambahan tersebut, layanan QRIS antarnegara melalui Livin; telah menjangkau enam negara, yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Arab Saudi, Korea Selatan, dan China.
Baca Juga
Bidik 4,2 Juta Nasabah, Bank Mandiri (BMRI) Andalkan Emas untuk Dongkrak Fee Based Income
Selain itu, Bank Mandiri melengkapi pembukaan deposito melalui Livin’ dengan sertifikat deposito elektronik atau e-bilyet. Nasabah juga dapat memanfaatkan deposito maupun surat berharga sebagai agunan untuk memperoleh pinjaman tunai melalui aplikasi tersebut.
Sementara itu, pengembangan Kopra sebagai platform digital untuk nasabah korporasi disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Hingga September 2026, Kopra telah memproses transaksi dengan nilai lebih dari Rp 22.000 triliun.
“Penambahan fitur tentunya kita mengikuti apa kebutuhan nasabah korporatnya kita. Salah satunya mengenai DHE SDA (Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam), itu di Kopra di mana eksportir kita dapat melakukan penempatan DHE SDA di rekening khusus secara terintegrasi, termasuk mengkategorikan dana masuk melalui fitur self-flagging,” kata Sunarto.
Perkuat Keamanan Siber
Di tengah pengembangan layanan digital, Sunarto menyatakan bahwa keamanan siber menjadi salah satu prioritas utama Bank Mandiri. Investasi teknologi diarahkan untuk mendukung bisnis perseroan secara terintegrasi, sekaligus menjaga keandalan layanan dan keamanan transaksi nasabah.
“Bank Mandiri memiliki command center maupun security operation center yang memantau semua pergerakan transaksi 24/7. Tim ini bertugas untuk menjaga sistem, mendeteksi gangguan, ataupun serangan siber sejak dini, serta memitigasi dan menuntaskannya sebelum berdampak pada layanan nasabah,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi penipuan transaksi digital, lanjut Sunarto. Bank Mandiri juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui mekanisme transaction risk scoring.
“Semua transaksi yang dilakukan oleh nasabah itu akan diproses di risk scoring engine kita untuk menentukan apakah itu aman atau tidak,” ujarnya.
Ke depan, kata Sunarto, bank berkode saham BMRI ini akan terus mengembangkan inovasi digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, dengan tetap mengutamakan kenyamanan, keandalan layanan, dan perlindungan dari risiko kejahatan digital.
