Wakaf Tak Hanya untuk Rumah Ibadah, Dompet Dhuafa Salurkan Imbal Hasil CWLS ke Rumah Sakit dan Pesantren
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemanfaatan wakaf di Indonesia mulai merambah sektor produktif, mulai dari layanan kesehatan hingga pendidikan. Dompet Dhuafa memanfaatkan imbal hasil Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) untuk mendukung pembangunan asrama pesantren, pengadaan alat kesehatan, beasiswa, hingga layanan ambulans.
General Manager of Waqf Fundraising Dompet Dhuafa, Ali Bastoni, memaparkan penghimpunan pokok wakaf melalui CWLS seri 4 hingga seri 6 mencapai Rp 35,7 miliar. Dari dana tersebut, imbal hasil yang dihasilkan telah mencapai Rp 2,5 miliar, sementara CWLS seri 6 masih berjalan.
Dalam skema CWLS, dana wakaf uang ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan jangka waktu tertentu. Berbeda dari sukuk ritel biasa yang imbal hasilnya menjadi hak investor, imbal hasil CWLS digunakan untuk membiayai program kemaslahatan masyarakat.
“Jadi bedanya kalau sukuk ritel yang non-wakaf itu return-nya untuk investor, tapi kalau ini return-nya itu disalurkan untuk program-program kemaslahatan. Nah, itulah yang disebut secara singkat ya, CWLS ini. Jadi namanya Cash Waqf Linked Sukuk. Jadi wakaf uang itu ditaruh di sukuk,” ujar Ali dalam acara Talkshow Literasi Keuangan dan Kajian Syariah di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga
Dompet Dhuafa Dorong Literasi CWLS, Negara Jadi Bagian dari Ekosistem Wakaf Uang
Salah satu pemanfaatannya adalah pembangunan asrama di Pesantren Tahfidz Green Lido. Menurut Ali, pembangunan tersebut menjadi bukti penggunaan dana wakaf yang dapat dilihat secara langsung. Fasilitas asrama diharapkan membuat santri dapat menempati tempat tinggal yang lebih nyaman, mengingat sebelumnya sebagian masih menggunakan masjid dalam kondisi darurat.
Di sektor kesehatan, imbal hasil CWLS seri 5 antara lain digunakan untuk pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit AKA Medika. Ali mencontohkan pembelian ventilator untuk rumah sakit wakaf Dompet Dhuafa di Lampung Timur. Program CWLS seri 4 juga mencakup digitalisasi dan beasiswa, sedangkan seri 6 mendukung pembangunan asrama serta pengadaan layanan ambulans.
Dewan Pengawas Syariah (DPS) Dompet Dhuafa, Izzudin Abdul Manaf, mengatakan pengembangan wakaf produktif diperlukan untuk memperluas partisipasi masyarakat. Menurutnya, sebagian masyarakat masih terkendala keterbatasan dana dan belum terbentuknya kepercayaan terhadap pengelolaan wakaf. Karena itu, inovasi instrumen seperti CWLS dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dinilai dapat membuka pilihan baru bagi masyarakat.
“Kalau nominal, kalau di Dompet Dhuafa sendiri itu yang sekarang wakaf produktif sudah sampai sekitar Rp 38 miliar. Tapi kalau nasional itu bisa 10 sampai 20 kali lipat dari itu. Kalau zakat itu kan sudah sampai Rp 200-an triliun, tapi kalau wakaf itu mungkin secara potensinya itu bisa setengah dari itu,” ucap Izzudin.
Dompet Dhuafa juga mendorong pengembangan wakaf melalui kolaborasi dengan lembaga lain. Izzudin menyebut pihaknya telah menerima kunjungan dari Baitul Mal Aceh untuk menjajaki kerja sama pembangunan rumah sakit. Namun, bentuk kolaborasi tersebut masih perlu diperjelas lebih lanjut.
