Laba Multifinance Melonjak 19,04%, Pembiayaan Produktif Masih Lesu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri multifinance (perusahaan pembiayaan) mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat pada Agustus 2026. Namun, hal itu tidak diikuti oleh penyaluran pembiayaan ke sektor produktif yang justru masih lesu.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba bersih industri multifinance tumbuh 19,04% secara year on year (yoy) menjadi Rp 17,38 triliun pada Agustus 2026.
“Laba industri multifinance diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun 2026,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam jawaban tertulis, dikutip Kamis (15/10/2026).
Di tengah pertumbuhan laba tersebut, pembiayaan multifinance ke sektor produktif masih mengalami tekanan. Pada Agustus 2026, pembiayaan ke sektor produktif tercatat Rp 241,88 triliun atau terkontraksi 1,81% (yoy).
Baca Juga
Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh 34,67%, Multifinance Disebut Hadapi Tantangan Ekosistem
“Penyaluran pembiayaan ke sektor produktif terus didorong dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik,” kata Agusman.
Sementara itu, pembiayaan multifinance ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tercatat Rp 157,37 triliun per Agustus 2026. Penyaluran tersebut masih didominasi pembiayaan investasi sebesar Rp 83,55 triliun atau setara dengan 53,09% dari total pembiayaan ke UMKM.
“Yang antara lain mendukung kebutuhan investasi pengembangan usaha UMKM,” ucap Agusman.
Baca Juga
OJK Rilis Laporan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I 2026, Ini Capaian Terbarunya
Di lain sisi, perkembangan pembiayaan berdasarkan jenis penggunaannya menunjukkan tren yang beragam. Pembiayaan modal kerja tumbuh 5,40% (yoy) menjadi Rp 54,38 triliun pada Agustus 2026, lalu pembiayaan multiguna naik 4,58% (yoy) menjadi Rp 257,38 triliun.
Sebaliknya, pembiayaan investasi mengalami kontraksi 4,47% (yoy) menjadi Rp 169,12 triliun.
“Pembiayaan modal kerja diperkirakan masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan industri multifinance ke depan,” ujar Agusman.
