Resep 7 Dekade Asuransi Astra: Jaga Kepercayaan Lewat Produk dan Inovasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tujuh dekade bukan sekadar angka bagi PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra). Berdiri 12 September 1956 dengan nama PT Maskapai Asuransi Buana, perusahaan telah melewati berbagai kondisi ekonomi, perubahan teknologi, hingga perilaku konsumen.
Perjalanan terus berlanjut setelah PT Astra International Tbk (ASII) mengakuisisi sebagian besar saham pada 1981 dan perusahaan berganti nama menjadi Asuransi Astra pada 1990.
Selama 70 tahun perjalanan, Asuransi Astra membawa satu modal yang tak tercatat di neraca keuangan, yaitu kepercayaan nasabah. Modal itu dibangun melalui kombinasi produk yang semakin beragam, jaringan layanan, inovasi digital, serta kemampuan perusahaan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Kini, sebagai perusahaan asuransi umum yang telah hadir melayani masyarakat selama 7 dekade, Asuransi Astra yang merupakan bagian dari Astra Financial terus berupaya menjaga relevansi layanan sekaligus memberikan pengalaman yang dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pelanggan.
“Memasuki usia tujuh dekade merupakan momentum bagi Asuransi Astra untuk merefleksikan perjalanan yang telah dibangun bersama nasabah, masyarakat, dan berbagai pihak yang telah memberikan kepercayaan serta dukungan kepada kami,” ujar President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus, dalam keterangan pers, dikutip Minggu (11/10/2026).
Baca Juga
Di Tengah Tekanan Industri, Asuransi Astra Pacu Pertumbuhan dari Lini Kendaraan dan Kesehatan
Inovasi Kunci Kepercayaan Nasabah
Nama Asuransi Astra selama bertahun-tahun memang lekat dengan GardaOto. Produk asuransi kendaraan bermotor yang dirilis pada 1995 itu menjadi salah satu tonggak penting perjalanan perusahaan di industri asuransi umum nasional.
Namun, tujuh dekade perjalanan membuat inovasi yang dilakukan Asuransi Astra terus berkembang. Maximiliaan mengungkapkan, inovasi menjadi salah satu cara pihaknya menjaga kepercayaan nasabah dengan terus mengikuti perkembangan kebutuhan yang semakin dinamis.
Terkait inovasi, dalam Media Conference Transformation Beyond the Screen di MGP Space, Sudirman Park, Jakarta, Jumat (11/9/2026), Asuransi Astra memperkenalkan tiga inovasi anyar, yaitu myGarda, platform pembelian polis gardaoto.com, serta pembaruan layanan darurat Garda Siaga.
Melalui myGarda, lebih dari 20 layanan Asuransi Astra dari berbagai produk dapat diakses dalam satu aplikasi, mulai dari bantuan darurat, pengajuan klaim, survei, hingga kebutuhan kontrol rawat jalan.
Kemudian, gardaoto.com menyederhanakan pembelian polis kendaraan dengan teknologi optical character recognition (OCR). Nasabah cukup mengunggah kartu tanda penduduk (KTP) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sehingga data dapat diekstraksi secara otomatis. Proses inspeksi kendaraan juga dapat dilakukan secara virtual.
Selain itu, Garda Siaga diperbarui untuk menyesuaikan peningkatan penggunaan hybrid, plug in hybrid electric vehicle (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV). Salah satunya melalui penggunaan armada hydraulic flatbed yang memungkinkan kendaraan diangkut secara utuh sehingga membantu mengurangi risiko kerusakan tambahan saat evakuasi.
“Kami berharap seluruh inovasi yang kami perkenalkan pada hari ini dapat memberikan pengalaman berasuransi yang semakin mudah, sehingga masyarakat tidak ragu untuk menjadikan asuransi sebagai solusi perlindungan aset yang dapat dipercaya,” kata Maximiliaan.
Layanan Jadi Pembeda
Produk asuransi tak hanya dinilai dari sisi polis, tapi juga kualitas layanan saat nasabah menghadapi risiko. Untuk itu, Asuransi Astra mengintegrasikan layanan digital dan fisik melalio 30 kantor cabang, unit layanan, serta Garda Center.
Bagi nasabah Garda Oto, dukungan layanan mencakup Garda Akses dan Garda Siaga. Melalui layanan emergency roadside assistance (ERA) dan emergency medical assistance (EMA), Garda Siaga menyediakan bantuan darurat 24 jam dengan armada derek, mobil gendong, dan sepeda motor.
Pengalaman Rosinta Normaningsih, seorang pegawai swasta, yang sudah menjadi nasabah Garda Oto sejak 2016 menjadi salah satu gambaran layanan tersebut.
Dikutip dari Annual Report Asuransi Astra 2025, Minggu (11/10/2026), Rosinta menceritakan kendaraannya yang mengalami masalah ban di Tol Cikampek mendapat bantuan melalui fitur panggilan darurat di aplikasi myGarda. Dalam waktu kurang dari satu jam, petugas datang dan menderek kendaraannya ke bengkel tanpa biaya tambahan.
“Selama 10 tahun lamanya menjadi pelanggan, saya tidak pernah berpaling ke lain hati karena secara konsisten merasakan pelayanan yang memuaskan,” ucap Rosinta.
Pengalaman serupa disampaikan Hendry Djuarto, seorang entrepreneur, pengguna Garda Home sejak 2019. Menurutnya, layanan daring memberikan kemudahan serta rasa aman saat meninggalkan rumah dalam waktu lama.
“Kemudahan proses layanan yang sepenuhnya dapat diakses secara daring, serta dukungan contact center GardaAkses melalui WhatsApp yang responsif, semakin memperkuat rasa tenang saya,” ujarnya.
Sementara, Direktur Human Resources PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Joni Riani menilai, jaringan layanan, digitalisasi, dan struktur premi menjadi pertimbangan pihaknya dalam memilih Asuransi Astra untuk perlindungan kesehatan karyawan.
“Karyawan merupakan salah satu aset yang menjadi prioritas kami, maka memiliki partner yang dapat memberikan perlindungan kesehatan melalui layanan yang komprehensif sudah menjadi harga mutlak bagi kami,” katanya.
Baca Juga
Asuransi Astra Hadirkan 3 Inovasi Digital untuk Sambut Usia 7 Dekade
Ketika Digitalisasi Masuk Ruang Klaim
Perubahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir terlihat dari cara Asuransi Astra memanfaatkan teknologi. Saat ini perusahaan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan OCR untuk mempercepat layanan dan mendeteksi potensi kecurangan (fraud) dalam pengajuan klaim.
Technical & Operation Director Asuransi Astra Mulia K.B Siregar mengatakan, penggunaan AI dan OCR memangkas tahapan penutupan asuransi kendaraan bermotor melalui gardaoto.com dari 16 langkah menjadi hanya dua langkah.
Teknologi OCR juga memungkinkan sistem membaca data KTP dan STNK secara otomatis, sehingga mengurangi input manual. Selain itu, lanjut Mulia, AI dikembangkan untuk mendeteksi indikasi fraud pada klaim kesehatan melalui layanan Garda Medika di aplikasi myGarda. Sistem mencocokkan data diagnosis, pengobatan, obat, dan tagihan, dengan riwayat perusahaan untuk mengidentifikasi potensi klaim berulang.
“Dengan penggunaan AI ini, menggunakan OCR ini, sebagian besar dari proses kita akan straight-through process. Kita harapkan 70% sampai 80% (klaim) itu akan diproses tanpa human intervention. Hanya yang tidak memenuhi itu yang akan keluar dari proses kemudian mata kita lihat ke sana,” ucapnya.
Kinerja Keuangan Topang Kepercayaan
Di balik ekspansi produk dan layanan, kesehatan keuangan tetap menjadi fondasi perusahaan asuransi. Melirik laporan keuangan publikasi Asuransi Astra per Agustus 2026, total premi bruto tercatat Rp 5,72 triliun atau tumbuh 6,33% secara year on year (yoy).
Hasil underwriting meningkat 7,66% (yoy) menjadi Rp 1,37 triliun. Sementara laba setelah pajaknya naik 5,73% (yoy) menjadi Rp 1,11 triliun. Total aset Asuransi Astra tercatat Rp 23,34 triliun pada Agustus 2026.
Asuransi Astra juga mampu menjaga rasio solvabilitas, tercermin dari risk based capital (RBC) yang berada di level 322,14% per Agustus 2026 atau jauh di atas ketentuan minimum regulator yaitu 120%. Meski begitu, perusahaan tetap mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi global melalui strategi diversifikasi portofolio.
Salah satunya menggenjot asuransi kendaraan bermotor, terutama Garda Oto, yang menunjukkan perbaikan seiring kondisi pasar otomotif yang lebih baik dibandingkan 2025. “Sehingga kondisi (lini asuransi) kendaraan bermotor kita juga cukup membaik,” ujar Maximiliaan.
Selain kendaraan bermotor, lini asuransi kesehatan juga mencatatkan pertumbuhan positif seiring tingginya kebutuhan masyarakat. “Meskipun tantangannya adalah bagaimana mengendalikan klaim,” kata Maximiliaan.
Perluas Kontribusi Sosial
Perjalanan tujuh dekade juga tak hanya diukur melalui premi dan laba. Asuransi Astra menempatkan kontribusi publik sebagai bagian dari strategi perusahaan melalui empat pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan.
Program unggulannya, Estafet Peduli Bumi, hingga 2025 telah dilaksanakan di 17 kota. Sepanjang tahun tersebut, program ini antara lain mencatat penanaman 15.208 pohon, pengelolaan bersama bank sampah di 20 kota, hingga literasi dan inklusi keuangan kepada puluhan ribu peserta.
Di bidang pendidikan, Asuransi Astra juga menjalankan Campus Day yang memberikan edukasi mengenai kesiapan memasuki dunia kerja, keselamatan berkendara dan literasi keuangan bagi mahasiswa. Program itu antara lain digelar di Unika Atma Jaya Jakarta dan ASTRAtech pada 2025.
Tujuh Dekade dan Tantangan Berikutnya
Perjalanan sejak 1956 menunjukkan bahwa resep Asuransi Astra bukan semata mempertahankan produk lama. Garda Oto memang menjadi salah satu identitas terkuat perusahaan, tapi perjalanan itu dilengkapi dengan Garda Medika, produk properti dan personal, asuransi komersial, hingga layanan syariah.
Kini tantangan bagi Asuransi Astra bukan lagi sekadar bagaimana bertahan selama tujuh dekade. Namun, bagaimana merawat kepercayaan nasabah melalui kombinasi produk yang relevan, inovasi, hingga layanan yang mudah diakses, di tengah kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi yang semakin berkembang.
