Allianz Life Rilis Subdana Baru Unit Link untuk Nasabah HSBC Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperluas pilihan investasi nasabah, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) bersama PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) merilis subdana berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) Smartwealth Dollar Floating Rate Fund.
Chief Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia Ancilla Lily mengungkapkan, produk ini tersedia melalui produk asuransi jiwa unit link Premier Plan Assurance dan Ultima Wealth Assurance yang dipasarkan HSBC Indonesia.
“Perlindungan asuransi berperan penting dalam membantu nasabah mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial jangka panjang. Dalam produk asuransi jiwa unit link, pengelolaan nilai investasi dalam polis juga perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko nasabah,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (8/10/2026).
Subdana tersebut, lanjut Ancilla, tersedia pada instrumen kredit dengan tingkat mengambang (floating rate) serta obligasi berbunga tetap dalam USD.
Baca Juga
Kasus Influenza Meningkat, Klaim Rawat Inap Allianz Life Naik 47%
“Smartwealth Dollar Floating Rate Fund kami hadirkan bersama HSBC Indonesia untuk melengkapi pilihan subdana bagi nasabah yang ingin mengembangkan aset dalam mata uang dolar Amerika Serikat,” katanya.
Ancilla mengatakan, strategi floating rate dirancang untuk memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi sekaligus membantu mengelola risiko yang muncul dari perubahan suku bunga. Pengelolaan portofolio dilakukan secara aktif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kualitas penerbit, serta tingkat risiko instrumen.
Sementara itu, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra menyatakan, kebutuhan pengelolaan aset dalam denominasi USD semakin relevan bagi nasabah dengan aspirasi finansial global.
“Melalui instrumen floating rate ini, nasabah mendapatkan fleksibilitas untuk menyeimbangkan strategi defend and grow, memproteksi portofolio dari volatilitas suku bunga global sekaligus mengoptimalkan imbal hasil aset USD secara adaptif,” ucapnya.
