Lewat Program Ini, AAJI Dorong Kesiapan Petinggi Asuransi Jiwa Hadapi Transformasi Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperkuat kesiapan chief executive officer (CEO) dan C-Suite perusahaan anggota, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar kegiatan Future by Design yang berlangsung pada 1-2 Oktober 2026.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengungkapkan, penyelenggaraan kegiatan itu dilatarbelakangi semakin pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), data analytics, dan ekosistem digital yang mengubah cara perusahaan asuransi jiwa menjalankan bisnis.
“Perkembangan teknologi dan AI dapat membantu para CEO dan decision makers dalam meningkatkan kinerja perusahaan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (7/10/2026).
Bagi perusahaan asuransi jiwa, lanjut Albertus, investasi dan pemanfaatan teknologi dapat berkontribusi nyata terhadap kinerja dan bottom line perusahaan.
”Pemanfaatan AI juga tetap membutuhkan pengawasan dan kendali manusia yang kuat, terutama dalam proses yang dapat berdampak langsung pada nasabah,” katanya.
Baca Juga
Albertus menjelaskan, melalui kegiatan Future by Design, para CEO dan C Suite tak hanya diperkenalkan pada teknologi dan AI, tapi juga diajak memahami proses pemanfaatannya dalam bisnis.
Program tersebut menghadirkan tiga rangkaian kegiatan yang saling melengkapi, yaitu Future Life Leader yang ditujukan bagi CEO perusahaan anggota AAJI.
Kemudian, Future Proofing Insurance yang ditujukan bagi chief operating officer (COO), chief information officer (CIO), chief technology officer (CTO), hingga chief financial officer (CFO).
Terakhir, Future Techinsure Exhibition yang menghadirkan perusahaan penyedia teknologi untuk memperkenalkan dan mengeksplorasi solusi teknologi bagi bisnis asuransi jiwa.
Baca Juga
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wadah pembelajaran strategis dan akselerasi inovasi bagi industri.
Kepala Departemen Pengawas Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono menekankan pentingnya strategic leadership untuk mengarahkan adopsi teknologi dan AI secara bertanggung jawab di industri asuransi jiwa.
“AI tanpa leadership hanyalah teknologi, tetapi leadership yang memahami AI dapat mengubah teknologi menjadi sebuah strategi. Pemanfaatan AI dalam underwriting, claimsmanagement, fraud detection, customer service, distribution, maupun product development pada akhirnya merupakan keputusan strategis dan bisnis yang menjadi tanggung jawab institusi,” ucap Sumarjono.
