Ekonom Ungkap Pentingnya Bank Swasta Besar bagi Industri Perbankan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rumor mengenai rencana akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA, bank swasta terbesar di Indonesia, telah dibantah perusahaan dan kembali menyoroti pentingnya kepastian informasi bagi investor serta masyarakat. Ekonom menilai keberadaan bank swasta besar tetap strategis untuk menjaga keseimbangan industri perbankan dan memperluas pilihan layanan bagi nasabah.
Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan sistem perbankan Indonesia selama ini ditopang dua kelompok besar, yakni bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta.
“Bank swasta besar dengan struktur kepemilikan yang beragam punya peran strategis bagi industri perbankan kita. Sistem perbankan Indonesia selama ini ditopang oleh dua pilar besar, yakni bank milik negara dan bank swasta, dan keseimbangan di antara keduanya membuat pasar tidak bergantung pada satu jenis pelaku saja,” kata Yusuf, dalam keterangannya dikutip, Senin (28/9/2026).
Yusuf mengatakan bank swasta besar dengan basis pemegang saham yang beragam, termasuk investor publik, juga terdorong menjalankan tata kelola secara disiplin karena mendapat pengawasan dari regulator, pasar, dan pemegang saham minoritas.
Menurut Yusuf, manfaat persaingan tersebut dapat dirasakan masyarakat melalui semakin banyaknya pilihan produk tabungan, kredit, dan layanan transaksi. Kondisi tersebut juga memberikan ruang bagi nasabah untuk berpindah ketika mendapatkan layanan yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. “Sehingga nasabah punya daya tawar dan bisa berpindah ketika layanan tidak memuaskan,” ujarnya.
Meski demikian, Yusuf menekankan bahwa kemandirian bank tetap harus berjalan dalam koridor pengawasan yang ketat. Bank mengelola dana masyarakat sehingga memiliki karakter yang berbeda dari entitas bisnis pada umumnya.
Ia juga menilai keberagaman kepemilikan tidak otomatis menjamin sebuah bank berada dalam kondisi sehat. Tata kelola, manajemen risiko, kecukupan modal, pengawasan regulator, serta persaingan terbuka tetap diperlukan agar perkembangan industri berlangsung secara sehat.
Persaingan Dorong Efisiensi
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai bank swasta berskala besar memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan efisiensi industri perbankan. “Bank swasta skala besar memegang peran penting bagi ekonomi Indonesia. Ia membawa inovasi dan mendorong efisiensi industri yang belum tentu didapatkan dari bank-bank BUMN,” kata Wijayanto.
Baca Juga
Ia menyoroti masih adanya ruang untuk meningkatkan efisiensi industri perbankan Indonesia. Menurut Wijayanto, net interest margin (NIM) perbankan Indonesia berada di sekitar 4,5%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berada di sekitar 70%. Angka tersebut, menurut dia, masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara ASEAN. Malaysia memiliki NIM sekitar 2% dan BOPO 45%, Thailand sekitar 2,5% dan 50%, sementara Vietnam sekitar 3% dan 35%.
“Inefisiensi ini perlu dikurangi agar sektor riil bisa bertumbuh dengan lebih cepat dan mendorong persaingan sehat antarbank merupakan syarat utama,” ujar Wijayanto.
Menurut Wijayanto, peningkatan persaingan perlu berjalan bersamaan dengan konsolidasi bank-bank kecil untuk meningkatkan efisiensi industri. Konsentrasi kontrol perbankan pada kelompok tertentu juga perlu dihindari agar mekanisme persaingan tetap terjaga.
Perluas Pilihan Nasabah
Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan keberadaan bank swasta besar dengan kepemilikan beragam dapat menjadi penyeimbang terhadap dominasi kelompok bank tertentu sekaligus memperkuat contestability pasar, yakni terbukanya peluang bagi pelaku usaha untuk masuk dan bersaing dalam pasar.
Menurut Syafruddin, skala besar memungkinkan bank membiayai korporasi, infrastruktur, perdagangan, hingga investasi digital. Sementara itu, kepemilikan yang lebih tersebar dapat memperkuat disiplin tata kelola jika disertai transparansi dan pengawasan yang memadai.
Syafruddin menilai bank swasta besar yang berkembang berdasarkan produktivitas, inovasi, kualitas layanan, dan kemampuan mengelola risiko dapat menjadi benchmark kompetitif bagi industri.
Baca Juga
“Bank swasta besar yang berkembang mandiri memberi manfaat ketika pertumbuhannya berasal dari produktivitas, inovasi, kualitas layanan, dan kemampuan mengelola risiko, bukan dari akses istimewa terhadap regulasi atau sumber daya,” ujar Syafruddin.
Persaingan tersebut memperluas pilihan produk tabungan, kredit, dan layanan transaksi. Di sisi lain, keberadaan lebih dari satu kelompok bank besar memberikan alternatif sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pada satu kelompok perbankan.
“Efek lanjutannya penting. Kompetisi mendorong efisiensi, efisiensi menekan biaya intermediasi, biaya intermediasi yang lebih rendah memperbesar investasi dan memperkuat transmisi kebijakan moneter,” kata Syafruddin.
