Laba Tugu Insurance (TUGU) Diproyeksi Tumbuh 10%, Investasi Migas Jadi Katalis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aktivitas perdagangan saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance meningkat sepanjang September 2026, seiring perhatian pasar terhadap prospek pertumbuhan laba perseroan yang diproyeksikan ditopang peningkatan investasi sektor minyak dan gas (migas).
Rata-rata nilai transaksi harian saham TUGU mencapai sekitar Rp6,2 miliar pada September 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp2,9 miliar pada Agustus 2026. Aktivitas tersebut menjadi yang tertinggi sejak Maret 2026.
Di sisi fundamental, Trimegah Sekuritas memproyeksikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau NPATMI TUGU mencapai Rp790 miliar pada 2026. Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim memperkirakan laba tersebut tumbuh sekitar 10% per tahun, seiring meningkatnya investasi sektor migas nasional.
“Kami memperkirakan NPATMI TUGU dapat tumbuh dengan laju tahunan sekitar 10%, terutama ditopang peningkatan investasi di sektor minyak dan gas Indonesia,” ujar Kharel dalam risetnya, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga
Tugu Insurance (TUGU) Siap Orkestrasi Proteksi Proyek Blok Masela
TUGU memiliki eksposur pada sektor energi sehingga peningkatan investasi hulu migas dinilai dapat membuka peluang pertumbuhan bisnis perseroan. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan Blok Masela dengan potensi nilai investasi sekitar Rp350 triliun.
Selain laba, Trimegah memproyeksikan profitabilitas TUGU membaik dalam beberapa tahun ke depan. Return on equity (ROE) diperkirakan meningkat dari 7,7% pada 2025 menjadi 9% pada 2028. Sementara itu, laba usaha diproyeksikan naik dari Rp649 miliar menjadi Rp915 miliar dalam periode yang sama.
Pendapatan asuransi atau insurance revenue juga diperkirakan meningkat dari Rp9,1 triliun pada 2025 menjadi Rp11,5 triliun pada 2028. Pertumbuhan tersebut diproyeksikan tetap disertai pengelolaan klaim dan biaya melalui disiplin underwriting.
Baca Juga
Punya Pangsa 30% dari Total Premi, Tugu Insurance Sebut Bisnis Asuransi Energi Masih Prospektif
Dari sisi valuasi, Trimegah mencatat saham TUGU diperdagangkan sekitar 0,5 kali price to book value (PBV) 2026, dibandingkan rata-rata perusahaan asuransi umum domestik sekitar 1,3 kali. Trimegah juga memperkirakan dividend yield TUGU sekitar 6,6% pada 2026.
Sementara itu, data yang beredar di pasar menunjukkan investor asing membukukan pembelian bersih saham TUGU sekitar Rp28,2 miliar sejak awal tahun hingga September 2026.
Perkembangan tersebut berlangsung di tengah peningkatan aktivitas perdagangan saham TUGU dan proyeksi pertumbuhan kinerja perseroan. Namun, realisasi pertumbuhan laba tetap bergantung pada perkembangan investasi migas, pertumbuhan bisnis asuransi, serta kemampuan perseroan menjaga kualitas portofolio dan rasio klaim.
