Eksis Kelola 155 Ton Emas, Pegadaian Bidik 4–5 Bank Baru untuk Perluas Tabungan Emas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif pada lini bisnis emasnya. Hingga saat ini, total portofolio emas yang dikelola perusahaan telah mencapai 155 ton, dengan kontribusi Tabungan Emas yang melonjak hingga melampaui 20 ton.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu mengungkapkan bahwa produk Tabungan Emas menjadi pilar penting dalam pengembangan ekosistem bisnis bullion yang tengah digarap perusahaan.
“Kalau ditanya total kelolaan emas kita itu ada di angka 155 ton. Kalau untuk Tabungan Emas saja itu sudah lebih dari 20 ton sampai hari ini,” ujar Yos saat ditemui usai acara Media Gathering Peluncuran bluEmas di Bungarampai Restaurant, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Di tengah dinamika pasar, Yos mengingatkan masyarakat untuk memandang emas sebagai instrumen investasi jangka panjang dan tidak terjebak fluktuasi harga harian. Momen penurunan harga justru dinilai sebagai peluang ideal untuk menambah portofolio emas, baik dalam bentuk fisik maupun saldo tabungan.
“Pada saat sekarang seperti ini ketika harga emas lagi turun, justru ini saatnya untuk membeli emas, baik itu melalui Tabungan Emas atau membeli fisik,” ungkal Yos.
Berbeda dari uang kertas, pasokan emas terbilang terbatas karena bergantung pada hasil tambang. Karakteristik ini membuat harga emas wajar bergerak naik dan turun dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, emas sangat tidak disarankan untuk dijadikan komoditas transaksi harian.
“Emas itu bukan untuk bulanan, apalagi harian. Emas itu adalah proyeksi untuk saya bilang 3-5 tahun ke depan,” kata Yos.
Lebih lanjut, Yos juga menyoroti risiko spread, selisih antara harga beli dan harga jual, yang berpotensi merugikan investor jika melakukan transaksi jual-beli dalam rentang waktu singkat.
“Pada saat dijual pasti kalian akan kalah harga, itu sudah pasti, setiap hari,” ucap Yos.
Sebagai strategi, Yos menyarankan investor untuk mengalokasikan dana investasi sejak awal dan membiarkan aset tersebut tumbuh dalam rentang waktu yang cukup.
“Punya uang, langsung sisikan di depan, langsung tabung, habis itu diam saja, jangan diotak-atik,” beber Yos.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya menggunakan dana dingin, bukan modal yang dialokasikan untuk kebutuhan harian atau dana darurat.
Bagi nasabah yang membutuhkan likuiditas mendesak, Pegadaian menyediakan opsi Gadai Tabungan Emas. Opsi ini memungkinkan nasabah mencairkan dana segar dengan menjaminkan sebagian saldo emas tanpa harus kehilangan kepemilikan aset tersebut secara permanen.
“Misalnya kamu punya tabungan 1 kilo, tapi kamu punya 100 gram, terus kamu butuh uang. 100 gram itu 10 gramnya kamu gadai. Gadai Tabungan Emas namanya,” jelas Yos.
Melalui skema ini, aset emas milik nasabah tetap aman dan dapat kembali utuh setelah kewajiban pinjaman dilunasi. Saat ini, seluruh ekosistem layanan emas Pegadaian makin mudah diakses secara digital melalui aplikasi Tring. Ke depannya, Pegadaian berencana memperkaya opsi bagi investor dengan menyiapkan sejumlah inovasi dan fitur baru.
“Produk baru tentunya akan ada ya, terkait dengan emas ini. Dan ada beberapa fitur yang juga nanti akan di-release di aplikasi Tring terkait dengan emas,” tegas Yos.
Bakal Gandeng 4-5 Bank Baru
Lebih jauh, Pegadaian terus memperlebar jangkauan produk tabungan emasnya dengan memperkuat kolaborasi bersama industri perbankan. Ke depan, layanan investasi emas milik Pegadaian bakal makin mudah diakses masyarakat secara digital melalui aplikasi superapp milik sejumlah bank mitra.
Yos menegaskan komitmen perusahaan untuk membuka pintu kerja sama seluas-luasnya dengan sektor perbankan demi meningkatkan aksesibilitas tabungan emas. Ia membeberkan bahwa sekitar empat hingga lima bank baru berpotensi segera menyusul masuk ke dalam ekosistem emas Pegadaian. Sebagian calon mitra tersebut bahkan sudah merampungkan proses uji teknis dan kini sedang menanti restu dari pihak regulator.
“Beberapa sudah selesai uji teknisnya, tinggal menunggu izin dari regulator sehingga mereka bisa launching. Mungkin ada sekitar 4 atau 5 bank lagi,” beber Yos.
Walau masih merahasiakan nama-nama bank yang dimaksud, Yos memberi sinyal bahwa calon mitranya berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari bank BUMN hingga Bank Pembangunan Daerah (BPD).
“Bisa dua-duanya,” ucap Yos.
Sinergi ini menjadi strategi krusial Pegadaian dalam mempermudah akses investasi emas bagi masyarakat luas. Kehadiran para mitra perbankan baru ini diproyeksikan akan memperkuat integrasi ekosistem emas Pegadaian dengan layanan keuangan digital nasional.
Saat ini, Pegadaian telah menjalin integrasi dengan lebih dari 15 mitra, termasuk nama besar seperti BRI, CIMB Niaga, dan Maybank.
