Transformasi Menjadi Bullion Bank, Laba Pegadaian Tumbuh Signifikan dan Kelola 145 Ton Emas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pegadaian (Persero) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang luar biasa setelah resmi menyandang status sebagai bullion bank. Transformasi ini membawa dampak langsung pada diversifikasi bisnis perusahaan yang kini tidak lagi hanya berfokus pada layanan gadai tradisional.
AVP Pengembangan Produk Investasi & Pembiayaan Bullion PT Pegadaian Muhammad Abraham mengungkapkan bahwa status baru ini memberikan dampak positif yang langsung dirasakan pada kinerja perusahaan melalui monetisasi emas masyarakat yang lebih luas.
Hal itu diungkapkan Abraham dalam acara Investortrust Power Talk Financial Series bertajuk “Penguatan Ekosistem Bullion Bank di Indonesia" di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian dan Antam Jalin Sinergi Strategis Perdagangan Logam Mulia
"Kalau untuk benefit yang jelas yang berdampak langsung kepada kinerja kita. Habis itu kita juga monetisasi emas masyarakat yang selama ini hanya gadai, mungkin masyarakat tahunya cuman gadai, tabungan. Karena kan memang beratus-ratus tahun dia monetisasinya itu emas gitu. Jadi memang sekarang kita bisa diversifikasi lagi. Bisa masuk lebih, lebih dalam lagi ke bisnis emas ini dengan, dengan bullion layanan bullion services ini," ujar Abraham.
Sejak diresmikan pada 26 Februari 2025 di Pegadaian Galeri 24, layanan bullion bank ini sukses mendorong pertumbuhan laba perusahaan hingga mencapai 48% pada tahun lalu. Saat ini, total kelolaan emas Pegadaian telah menembus angka 145 ton, yang mencakup 20 ton titipan tabungan emas dari sekitar 22 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan masif ini turut ditopang oleh langkah digitalisasi melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, serta kekuatan jaringan yang terdiri dari 4.100 outlet dan 72.000 agen aktif. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), Pegadaian kini menjalankan empat layanan utama bank emas, yaitu simpanan, pembiayaan, titipan, dan perdagangan.
Baca Juga
Harga Emas Antam di Pegadaian Diperdagangkan Rp 2,89 Juta per Gram
Dengan layanan tersebut, Pegadaian praktis menguasai ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir, mulai dari proses produksi mandiri di pabrik Galeri 24 hingga distribusinya ke masyarakat, minus sektor pertambangan.
Keamanan emas nasabah juga menjadi prioritas utama. Pegadaian saat ini menjadi satu-satunya pemilik vault(tempat penyimpanan) berstatus standar internasional dengan keamanan tertinggi. Abraham memastikan bahwa seluruh emas yang dititipkan dijamin aman dengan skema kelolaan satu banding satu.
"Kami punya vault dengan keamanan tertinggi, bersandar internasional, dan diaudit berkala. Jadi, emas masyarakat itu, ini diaudit berkala oleh baik itu dari internal, dari regulator dari OJK, dan juga dari auditor publik. Jadi, emas-emas yang 145 ton dan 20 ton tabungan tadi, kami simpan dengan aman dengan skema yang Bapak Ibu mungkin tahu satu banding satu. Jadi, seluruh emas nasabah Pegadaian itu, seluruhnya 100% kita simpan fisiknya ada. Dan sudah berulang kali dicek oleh regulator 100% satu banding satu barangnya ada," tegasnya.
Meski regulasi perpajakan saat ini sudah sangat mempermudah pelaku industri dengan tarif 0,25%, Pegadaian menilai tantangan ke depan adalah kelengkapan ekosistem pendukung. Menurut Abraham, layanan bullion tidak dapat berdiri sendiri dan membutuhkan kehadiran lembaga pengawas serta wadah industri lainnya.
"Jadi, Bullion Services ini tidak bisa berdiri sendiri. Jadi, BSI dan Pegadaian ini kan sebagai pelaku industri. Tapi harus didukung juga nantinya yang belum ada itu seperti Gold Council-nya, Dewan Emasnya, Bursa Emasnya, dan juga yang sekarang sedang dibentuk hampir jadi nih, asosiasi emas. Jadi, supaya regulasi ini, ekosistem ini bener-bener berjalan bukan hanya Bullion Service-nya tapi semua industri emas se-Indonesia ini bersistem berjalan dengan baik dan tumbuh. Itu sih dari tantangannya yang saat ini kami butuhkan dari pelaku industri," tutup Abraham.

