Penjaminan KUR Jamkrindo Tembus Rp 1.295 Triliun, Recovery Rate Masih di Bawah Target
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat total penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp 1.295 triliun secara akumulasi sejak 2007 hingga Agustus 2026. Namun, di tengah besarnya dukungan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tersebut, tingkat pemulihan (recovery rate) penjaminan KUR masih berada di bawah target.
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengungkapkan, penjaminan KUR sepanjang periode tersebut telah mencakup sekitar 35 juta UMKM dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 46 juta jiwa.
“Untuk penjaminan KUR dari periode 2007 sampai Agustus 2026, kami telah menjamin UMKM sebanyak 35 juta UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 46 juta jiwa, di mana secara akumulasi kami telah menjamin Rp 1.295 triliun. Ini akumulasi dari tahun 2007 sampai Agustus 2026,” ujarnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (14/9/2026).
Baca Juga
Gearing Ratio Baru 20,3 Kali, Jamkrindo Klaim Kapasitas Penjaminan Masih Longgar
Dari penjaminan tersebut, Jamkrindo mencatat akumulasi imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar Rp 45 triliun sepanjang 2007 hingga Agustus 2026.
Berdasarkan jenis KUR, penjaminan Jamkrindo masih didominasi KUR mikro dengan porsi sekitar 70%. Sementara berdasarkan sektor usaha, penjaminan terbesar berada pada sektor jasa dan perdagangan dengan kontribusi sekitar 61%.
Untuk periode 2025 hingga Agustus 2026, total volume penjaminan KUR Jamkrindo mencapai Rp 266 triliun. Angka tersebut terdiri dari penjaminan sebesar Rp 148 triliun sepanjang 2025 dan Rp 118,1 triliun hingga Agustus 2026.
Dalam periode tersebut, Jamkrindo menjamin sekitar 4,1 juta UMKM atau debitur dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 5 juta orang. Kemudian, akumulasi IJP yang diperoleh mencapai Rp 9,3 triliun.
Baca Juga
Bari mengatakan, sebaran penjaminan KUR juga masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi dengan aktivitas ekonomi dan populasi UMKM yang besar. Pada 2025, lima provinsi dengan volume penjaminan terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara. Sementara hingga Agustus 2026, posisi teratas ditempati Jawa Tengah, disusul Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
“Jamkrindo membuktikan bahwa terus tumbuh bersama UMKM. Fokus kami bukan hanya memperbesar angka penjaminan, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan usaha yang naik kelas, lapangan kerja yang bertahan, dan portofolio yang sehat,” katanya.
