Perkuat GCG dan Penetrasi Luar Jawa, Samir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau pinjaman daring (pindar), PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mengumumkan pergantian kepemimpinan pada jajaran dewan komisaris dan direksi yang terbaru. Perubahan ini telah disahkan melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlaku efektif pada Agustus 2026 lalu.
Dalam jajaran dewan direksi, pemegang saham menunjuk Handy Juniandri sebagai Direktur Utama untuk menggantikan Yonathan Gautama yang disahkan menjadi Direktur Hukum dan Kepatuhan. Sedangkan, untuk jajaran komisaris, pemegang saham juga mengesahkan Ettyta Ramadhani sebagai Komisaris.
Adanya perubahan jajaran komisaris dan direksi Samir yang terbaru bertujuan untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), melanjutkan program strategis, dan memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal. Selain itu, dengan formasi terbaru pada dewan komisaris dan direksi, Samir yang sudah berusia ke-7 tahun pada 9 September 2026, diharapkan dapat terus bertumbuh melalui peningkatan penetrasi terhadap penyaluran pembiayaan di luar Pulau Jawa dan kualitas layanan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat maupun UMKM di Indonesia.
Baca Juga
Pindar Samir Salurkan Pembiayaan Rp 2,3 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 84%
Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan, Samir berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan bank-bank lain maupun layanan keuangan formal lainnya yang ada saat ini dengan skema channeling untuk menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien, dan terus tumbuh berkelanjutan. Menurut Handy, saat ini Samir sedang menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank lainnya untuk menjadi institutional lender Samir dengan tetap memperhatikan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan selalu mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen.
“Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 12 institutional lender Samir di mana tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Kehadiran tiga institutional lender dari perbankan jelas semakin memperlihatkan kepercayaan dari korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan oleh Samir semakin kuat,” kata Handy dalam acara Media Gathering dan Silaturahmi Jajaran Manajemen Baru Samir di The Michael Resort, Bogor, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga
Bos AFPI Sebut Pelemahan Daya Beli Jadi Salah Satu Penyebab TWP90 Pindar Tembus 4,32%
Selain itu, Handy menyampaikan bahwa Samir akan terus secara aktif memperluas penetrasi pembiayaannya ke sektor produktif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Apalagi, terang Handy, proporsi pembiayaan ke daerah-daerah luar Pulau Jawa terus meningkat, seperti Sumatra yang sudah mencapai sekitar 17%, kemudian disusul berikutnya oleh Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku yang sudah menembus lebih dari 1%.
“Pulau Jawa masih mendominasi namun terjadi penurunan sejalan dengan meningkatnya penyaluran pembiayaan Samir di luar Pulau Jawa dan ini sesuatu yang menggembirakan karena menunjukkan kontribusi Samir dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia," ungkap Handy.
Handy menambahkan, secara kumulatif, total penyaluran pembiayaan Samir sudah mencapai hampir Rp 8 triliun. Angka tersebut disalurkan kepada sebanyak sekitar 2 juta peminjam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
