PGAS Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Arcandra Tahar 'Lengser'
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merombak jajaran komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Selasa (14/11/2023).
Pada forum itu, pemegang saham PGAS mengangkat Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PGAS menggatikan Arcandra Tahar, yang diberhentikan secara hormat.
RUPSLB juga memutuskan untuk mengangkat Abdullah Aufa Fuad sebagai Komisaris Independen PGAS menggantikan posisi Paiman Rahardjo yang juga diberhentikan dengan hormat.
Sementara pada jajaran direksi, RUPSLB memutuskan mengangkat Ratih Esti Prihatini sebagai Direktur Sales dan Operasi, Rosa Permata Sari sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, serta Harry Budi Sidharta sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi.
Baca Juga
Laba PGN (PGAS) Tergerus 36% hingga September, Apa Pemicunya?
Selain itu, memberhentikan dengan hormat Achmad Muchtasyar sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi dan Faris Aziz sebagai Direktur Sales dan Operasi.
Sekretaris Perusahaan PGAS, Rachmat Hutama, mengatakan perubahan pengurus Perseroan disetujui oleh 81% suara pemegang saham yang hadir pada RUPSLB.
"Bergabungnya Pak Amien, Pak Abdullah, Bu Rosa, dan Bu Ratih dalam pengurus perseroan PGN, diharapkan dapat memperkokoh kinerja dewan komisaris, direksi, dan manajemen PGN. Khususnya mengarahkan PGN sebagai Subholding Gas Pertamina untuk terus optimal dalam distribusi dan inovasi gas bumi berkelanjutan, serta diversifikasi bisnis untuk keandalan energi nasional maupun memasuki pasar internasional," ujar Rachmat dalam keterangan resminya.
Baca Juga
OJK: Rencana Akuisisi Bank Muamalat oleh BTN Masih Proses Pembicaraan B2B
Terkait kinerja operasional, sampai triwulan III 2023, PGAS telah menyalurkan gas bumi 935 BBTUD untuk melayani 839.151 pelanggan di 73 kota/kabupaten dengan cakupan infrastruktur pipa gas bumi 11.675 km. Infrastruktur gas bumi lainnya berupa FSRU, land based regasification, SPBG, dan LPG processing plant.
PGAS juga merencanakan proyeksi strategis yang hendak direalisasikan di antaranya gasifikasi kilang, revitalisasi LNG hub, dan proyek biometana. PGAS menargetkan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara masif.
Menurut dia, PGAS akan mengembangkan bisnis-bisnis baru dengan harapan dapat lebih meningkatkan volume gas.
Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan terobosan dan efisiensi pada seluruh program kerja PGN. Dukungan dari pemerintah dan seluruh stakeholder diperlukan untuk mencapai target-target tersebut.
Selama ini, menurut Rachmat, PGAS juga melaksanakan mandat pemerintah berupa proyek strategis nasional (PSN) yakni membangun infrastruktur jargas rumah tangga. PGAS telah mengembangkan jargas rumah tangga sebanyak 834.165 sambungan rumah (SR).
Adapun susunan Komisaris dan Direksi PGAS yang baru adalah:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Amien Sunaryadi
Komisaris: Luky Alfirman
Komisaris: Warih Sadono
Komisaris Independen: Christian H. Siboro
Komisaris Independen: Abdullah Aufa Fuad
Komisaris Independen: Dini Shanti Purwono
Dewan Direksi
Direktur Utama: Arief Setiawan Handoko
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Rosa Permata Sari
Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Harry Budi Sidarta
Direktur Sales dan Operasi: Ratih Esti Prihatini
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fadjar Harianto Widodo
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis: Beni Syarif Hidayat

