Penyaluran Kredit Bank Jago (ARTO) Naik 24%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat peningkatan penyaluran kredit sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy) menjadi Rp 26,6 triliun hingga akhir Juni 2026.
Manajemen menyatakan, Bank Jago berupaya menjaga kualitas penyaluran kredit dengan baik sehingga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat 0,8% atau lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.
Sementara total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp 27,6 triliun, meningkat 23% (yoy) pada semester I-2026. Pencapaian ini didorong oleh jumlah nasabah dalam enam bulan pertama 2026 yang tembus 20,1 juta orang, termasuk 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.
Pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan ini turut mendorong total aset Bank Jago yang mencapai Rp 41,4 triliun dan laba bersih mencapai Rp 189 miliar per semester I 2026.
Bank Jago juga memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang dianggap cukup untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, yaitu pada level 28,4%.
“Pencapaian positif ini menjadi bukti bahwa model bisnis bank berbasis teknologi dan kolaborasi dengan mitra ekosistem strategis yang kami bangun memiliki kekuatan dan ruang pertumbuhan yang besar,” ujar Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo pada Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga
Terungkap! Cara Cerdas Bank Jago (ARTO) Manfaatkan AI Tanpa Singkirkan Peran Karyawan
Di sisi lain, perseroan menjalankan beberapa kolaborasi dengan mitra ekosistem strategis, seperti ekosistem GoTo serta Bibit-Stockbit yang memudahkan nasabah terhubung langsung untuk menabung, bertransaksi, dan berinvestasi. Di saat yang sama kolaborasi ini mendorong pertumbuhan nasabah Aplikasi Jago secara berkelanjutan.
Sementara kolaborasi Bank Jago dengan mitra penyaluran kredit ekosistem dan platform digital dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance, membantu nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan. Hal ini sekaligus menumbuhkan portofolio kredit Bank Jago dengan lebih cepat dan terukur.
Penyaluran kredit melalui mitra tersebut, terus menjadi motor utama bisnis pembiayaan Bank Jago.
“Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Namun kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas,” tambah Supranoto.
Baca Juga
Tren Investasi Berkembang, Kolaborasi Bank Jago (ARTO) dan Bibit Gaet 3,6 Juta Pengguna
Sebagai bank berbasis teknologi, Bank Jago melakukan inovasi pada produk dan layanan perbankan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Contohnya tahun ini, Bank Jago menghadirkan beberapa pengembangan produk, layanan, dan fitur yang bermakna dan bermanfaat bagi nasabah.
Sebut saja seperti fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago yang membantu debitur memahami kesehatan finansialnya terkait pinjaman atau kredit. Ada pula tampilan terintegrasi dalam Aplikasi Jago yang memungkinkan nasabah melihat seluruh portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform ke dalam satu tab dan terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
“Fitur-fitur itu melengkapi produk dan layanan perbankan pada Aplikasi Jago yang sudah ada,” jelas manjemen.
Sebelumnya, bank digital ini telah memberi fitur Kantong untuk memisahkan uang ke dalam berbagai pos sesuai tujuan, fitur Analisis Pengeluaran (spend analysis) yang memuat semua rincian pemasukan dan pengeluaran yang telah dikategorikan, serta koneksi yang seamless ke berbagai aplikasi digital lainnya.
“Melalui fitur-fitur tersebut, kami ingin mengajak nasabah dari sekadar menabung dan bertransaksi menjadi mengelola keuangan dan investasi secara mudah dan terintegrasi,” pungkas Supranoto.
