BCA Optimistis Kredit Tumbuh Mendekati 10% dan Komitmen Tingkatkan Pembagian Dividen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA optimistis kinerja perseroan akan terus terjaga positif hingga masa mendatang. Dalam agenda Public Expose, Direktur BCA Vera Eve Lim menyampaikan target pertumbuhan kredit perseroan diperkirakan dapat mendekati angka 10% hingga akhir tahun ini.
"Untuk BBCA, kami melihat pertumbuhan tahun ini mudah-mudahan kredit kita bisa tumbuh mendekati 10%. Ini adalah satu pertumbuhan yang sangat bagus," ujar Vera, Rabu (9/9/2026).
Vera menjelaskan, optimisme tersebut didorong oleh kualitas kredit perseroan yang terjaga dengan sangat baik di industri perbankan. Kinerja yang solid ini diharapkan tidak hanya berlangsung pada tahun berjalan, tetapi juga berlanjut ke tahun-tahun mendatang.
"Jadi, kami confident kinerja BCA akan terjaga dengan baik dan pertumbuhan, kita akan bicara pertumbuhan bukan hanya tahun ini, tapi juga tahun berikutnya, tahun mendatang," ungkap Vera.
Baca Juga
Dorong Ketahanan Finansial Masyarakat, BCA Kembali Gelar BCA Wealth Summit 2026 Mulai 16 September
Fleksibilitas Dividen Interim dan Permodalan Kuat
Selain proyeksi kredit, BCA juga menyoroti kebijakan rasio pembayaran dividend payout ratio yang mengalami peningkatan dari 68% pada tahun lalu menjadi 72%. Menariknya, pada tahun ini perseroan mulai membagikan dividen interim secara rutin di setiap kuartal. Langkah pembagian dividen setiap tiga bulan tersebut disambut positif oleh para investor karena memberikan kepastian arus kas (cash flow) secara berkala.
"Tentunya ini sangat bagus, disambut baik oleh para investor. Setiap tiga bulan dapat cash flow. Ini sesuatu hal yang sangat bagus buat investor," kata Vera.
Mengenai ruang peningkatan payout ratio di masa depan, BCA menilai peluang tersebut masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh likuiditas perseroan yang longgar serta permodalan yang sangat kuat.
"Ruang untuk terus improve itu terbuka dan ada. Kenapa? Likuiditas bagus dan kedua modalnya juga masih tinggi, salah satu yang tertinggi dibandingkan bank peers," tambah Vera.
Per Juni 2026, total kredit BCA tumbuh sebesar 8% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1.036 triliun. Kredit BCA ditopang pembiayaan produktif Rp 802 triliun, meningkat 11% YoY.
Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp 513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM dengan pertumbuhan 6,6% YoY menjadi Rp 288,5 triliun. Hal ini selaras dengan komitmen BCA untuk turut mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.
Baca Juga
Net Buy Melanda Rp 398,12 Miliar, Saham BBCA dan BBRI Kembali Diburu Pemodal Asing
Kualitas pinjaman BCA terjaga solid, tercermin dari rasio non performing loan (NPL) terkelola pada level 1,9% pada semester I tahun 2026, membaik dari 2,2% dari posisi tahun sebelumnya. Rasio loanat risk (LAR) terjaga pada level 4,9% yang juga membaik dari 5,7% pada tahun lalu.
Dalam mendorong penyaluran kredit, BCA didukung oleh pendanaan yang solid dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp 1.284 triliun, naik 7,9% YoY per Juni 2026. Kontribusi dana giro dan tabungan (CASA) meningkat menjadi 85,2% dari tahun sebelumnya 83,4%, sejalan dengan kenaikan CASA sebesar 10,2% YoY menjadi Rp 1.082 triliun.
Selaras dengan pertumbuhan kredit dan pendanaan yang solid, BCA dan entitas anak membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 29,5 triliun pada semester I tahun 2026.
Dalam rangka mendukung perkembangan pelaku usaha lokal, BCA juga menggelar UMKM Fest 2026 yang diikuti lebih dari 1.600 pelaku usaha secara hybrid. Selain itu, Vera menjelaskan bahwa BCA kembali menyelenggarakan BCA Expo 2026 di 7 kota besar dan secara online pada periode Agustus hingga Oktober 2026.
"Pada perhelatan ini, kami menawarkan suku bunga spesial untuk kredit konsumer BCA serta beragam promo untuk transaksi nasabah,” ucap Vera.
Vera juga menegaskan bahwa BCA berkomitmen terhadap implementasi nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG). Kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19% YoY mencapai Rp 123 triliun. Capaian ini salah satunya ditopang pembiayaan berkelanjutan ke sektor Energi Baru Terbarukan yang tumbuh hingga 82% YoY menjadi Rp 7,7 triliun.
"Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 25% YoY mencapai Rp 4 triliun," kata Vera.
