Bidik Total Pembiayaan Rp 4,15 Triliun di 2026, Begini Strategi Radana Finance (HDFA)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) membidik total penyaluran pembiayaan sebesar Rp 4,15 triliun pada 2026. Target itu akan dikejar perseroan dengan strategi ekspansi secara selektif sembari menjaga kualitas aset dan memperkuat profitabilitas.
Direktur Radana Finance Setiawan Nurtjahja mengungkapkan, hingga semester I 2026 perusahaan telah membukukan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 1,64 triliun.
“Pencapaian tersebut ditopang oleh pembiayaan factoring sebesar Rp 0,9 triliun atau 54,88% dari total penyaluran, diikuti ABF (asset based financing) sebesar Rp 0,56 triliun atau 34,15%, dan fasilitas modal usaha sebesar Rp 0,18 triliun atau 10,98%,” ujarnya, dalam Public Expose Live 2026, secara daring, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga
Radana Finance (HDFA) Mau Private Placement, Berpotensi Raup Dana Rp 60,84 Miliar
Dengan realisasi tersebut, perusahaan masih akan melanjutkan ekspansi untuk mengejar target Rp 4,15 triliun hingga akhir 2026. Namun, ekspansi dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan.
Dari sisi kualitas aset, piutang pembiayaan Radana Finance per Juni 2026 tercatat sekitar Rp 2,6 triliun. Sementara itu, rasio non performing financing (NPF) net membaik menjadi 2,62% pada Juni 2026 dari 3,30% pada akhir 2025.
Setiawan mengatakan, perbaikan tersebut mencerminkan hasil penguatan proses pemantauan portofolio, penagihan, serta mitigasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan.
Perbaikan kualitas pembiayaan juga berjalan seiring dengan pemulihan kinerja profitabilitas. Pada semester I 2026, Radana Finance mencatat pendapatan sebesar Rp 200,4 miliar dengan beban operasional Rp 199 miliar. Perusahaan membukukan laba bersih Rp 1,53 miliar.
“Pencapaian tersebut menunjukkan kinerja keuangan yang baik selama semester I 2026. Pada akhir tahun 2025, perseroan mencatat kerugian Rp 82 miliar sebagai hasil pembentukan pencadangan yang memadai sebagai penerapan prudential risk management,” kata Setiawan.
Baca Juga
Radana Finance (HDFA) Raih Fasilitas Kredit Rp 200 Miliar dari Bank Mandiri
Secara keuangan, posisi perusahaan juga dinilai masih memadai untuk mendukung kelanjutan usaha. Per Juni 2026, Radana Finance mencatat total aset Rp 2,99 triliun, total liabilitas Rp 2,5 triliun, dan total ekuitas Rp 493 miliar.
Setiawan mengatakan, kinerja pembiayaan Radana Finance juga ditopang kemitraan dengan dealer dengan alat berat dan truk terkemuka. Sejumlah merek yang telah didukung pembiayaannya antara lain Volvo, Komatsu, Isuzu, dan lainnya.
Strategi lainnya dilakukan dengan memperkuat hubungan dengan dealer existing sekaligus menjaring dealer potensial baru melalui berbagai program pemasaran. Perusahaan juga akan menawarkan pembiayaan modal kerja kepada debitur existing melalui strategi cross selling.
Perkuat Pembiayaan Investasi dan Modal Kerja
Direktur Utama Radana Finance Lim Eng Khim mengatakan, 2025 menjadi awal fase pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. Momentum tersebut kemudian diperkuat pada 2026 melalui peningkatan kualitas aset serta perluasan kemitraan dengan dealer dan perbankan.
“Dengan fondasi yang kokoh, kemitraan yang solid, serta strategi yang terarah, kami optimis dapat memberikan hasil yang lebih baik di masa mendatang,” ucapnya.
Memasuki 2026, kata Lim, Radana Finance akan berfokus pada penguatan produk pembiayaan investasi dan modal kerja, memperluas pangsa pasar, meningkatkan efisiensi, serta memperoleh akses pendanaan yang lebih kompetitif.
