Rupiah Stabil di Rp 17.877 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak stabil dibandingkan sesi pembukaan Kamis (13/8/2026). Rupiah berada di kisaran Rp 17.877 per dolar Amerika Serikat (AS) atau sama dengan sesi perdagangan pembuka.
Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah sebesar Rp 17.882 per dolar AS atau naik 0,03% dari sesi Rabu (12/8/2026).
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa stabilnya nilai tukar rupiah karena masih adanya ketegangan di Timur Tengah. Terjadi saling klaim antara AS dan Iran.
“Amerika mengklaim bahwa Selat Hormuz dikuasai 100% pengawasannya oleh Amerika. Sedangkan Iran sendiri mengatakan bahwa kondisi saat ini, Selat Hormuz dipegang wewenangnya oleh Iran dan Oman,” kata Ibrahim.
Baca Juga
Rupiah Bergerak Melemah, Defisit AS dan Situasi di Timur Tengah jadi Perhatian Pasar
Ibrahim menjelaskan bahwa Iran meminta penghapusan sanksi yang dibuat AS.
Selain geopolitik, inflasi AS yang bergerak melandai membuat bank sentral AS dalam pertemuan di bulan Agustus ini, ini akan mempertahankan suku bunga.
“Kalau seandainya nanti harga minyak mentah terus mengalami penurunan, ada kemungkinan besar di bulan September Bank Sentral Amerika akan menurunkan suku bunga 25 basis poin,” kata dia.
Baca Juga
Di dalam negeri, keputusan Morgan Stanley Capital Index (MSCI) menetapkan peringkat pasar saham Indonesia di emerging market, direspons positif pasar. Selain itu, Ibrahim juga menyoroti terpilihnya sejumlah nama sebagai calon dewan gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini pun juga direspon positif oleh pasar ya, baik dalam negeri maupun luar negeri,” kata dia.

