SDM Asuransi Indonesia Sangat Tertinggal, AAUI Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengakui, sumber daya manusia (SDM) asuransi umum Indonesia sangat tertinggal dibanding negara-negara lain. Karena itu, AAUI terus berupaya meningkatkan kualitas SDM untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain.
"Kita dari sisi HR (human resource/SDM) sangat tertinggal, bukan dari sisi ilmu asuransinya, tetapi dari sisi karakter, membangun satu karakter yang kuat," kata Ketua AAUI, Budi Herawan di sela kegiatan HR Networking 2023 di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (09/12/2023).
Baca Juga
AAUI Catat Kenaikan Premi Asuransi Umum 10,1%, Berikut Lini Penyumbang Terbesar
Menurut Budi, ketertinggalan tersebut harus segera dikejar. “Masih banyak hal yang harus dikerjakan sektor asuransi di Indonesia. Salah satunya pembinaan terhadap HR. Mencetak karakteristik yang lebih bertanggung jawab dan bermoral," papar dia.
Budi Herawan menambahkan, kegiatan itu juga menjadi pintu gerbang untuk membangun SDM yang kuat di dunia perasuransian.
Sementara itu, Pengawas Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Surakarta, Susana Diah Kusumaningrum mengungkapkan, SDM sektor jasa keuangan dituntut mampu beradaptasi dengan menciptakan layanan yang mudah, murah, cepat, andal, dan berorientasi konsumen.
“Sektor asuransi perlu didukung kapasitas SDM berdaya saing guna menghadapi kompetisi yang begitu tinggi,” tegas dia.
Baca Juga
OJK, kata dia, juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mengawal pengembangan kapasitas SDM di industri jasa keuangan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Susana menjelaskan, literasi dan inklusi keuangan di Indonesia pada 2022, khususnya di sektor asuransi, masih cukup rendah, masing-masing31,72% dan 16,63%. "Ini PR kita semua untuk mengedukasi masyarakat," tandas dia. (ant)

