Terpilih Kembali Jadi Ketua AAUI Periode 2026-2030, Budi Herawan Fokus Lanjutkan Transformasi dan Reformasi SDM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) baru saja menyelenggarakan Kongres VIII AAUI Tahun 2026, di Ballroom AAUI Kuningan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Salah satu hasilnya, mengangkat kembali Budi Herawan sebagai Ketua AAUI untuk periode 2026-2030.
Ketua AAUI Budi Herawan mengungkapkan, di masa kepemimpinan untuk periode kedua, ia bakal melanjutkan transformasi dan reformasi sumber daya manusia (SDM) bagi industri asuransi umum.
“Karena kekuatan semuanya ada di SDM. Kalau SDM-nya kita kuat, transformasinya bagus, reformasinya juga sesuai dengan yang diharapkan. Saya yakin kita bisa cepat keluar dari circle ini (kondisi menantang),” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, usai Kongres VIII AAUI 2026, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menurut Budi, tantangan pengembangan SDM masih berkaitan dengan kompetensi. Selanjutnya, bagaimana kita mendorong setiap SDM untuk menyikapi kondisi ketidakpastian ini dengan tepat.
Baca Juga
“Bagaimana menyikapi situasi ini supaya kita bisa keluar dari circle ini (kondisi menantang). Karena kompetensinya terbatas, pikirnya masih di dalam boks saja,” katanya.
Padahal, lanjut Budi, kalau kita lihat di industri asuransi umum khususnya, itu banyak sekali produk-produk yang bisa dioptimalkan. Tinggal bagaimana para pelaku di industri bisa menyesuaikan produk-produk yang dipasarkannya dengan kondisi ekonomi.
“Yang terkena kan pasti sektor korporasi, karena memang mereka basisnya mereka ekspor sehingga mereka terkena. Kedua, sektor ritel pastilah, (penjualan) kendaraan memang masih (menantang), kemudian juga kredit-kredit juga masih belum sesuai dengan harapan,” ucapnya.
Selain itu, tantangan pengembangan SDM juga berasal dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sehingga ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama asosiasi beserta para pelaku industri.
”Kita menjawab nanti dengan mendirikan platform-platform baru yang kita deliver ke industri,” ujarnya.
Selain fokus pada pengembangan SDM, kata Budi, AAUI juga terus mendorong industri tetap adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi yang disebabkan tensi geopolitik yang masih memanas.
“Menghadapi situasi geopolitik yang tidak pasti ini kita harus lebih coba melihat peluang-peluang lain. Karena kalau tidak, kita stagnan di sini,” kata Budi.
Menurutnya, pijakan kinerja tahun 2025 kemarin harus menjadi barometer industri untuk melakukan evaluasi. Terlebih realisasi pertumbuhan ekonomi juga positif.
“Cuman kan itu lebih kepada faktor X, di mana kondisi ekonomi global dan geopolitik juga yang mempengaruhi secara menyeluruh,” ucap Budi.

