Bank Mandiri (BMRI) Waspadai Dinamika Suku Bunga dan Nilai Tukar di Semester II 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan menjadi perhatian utama pihaknya hingga akhir 2026.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, dinamika suku bunga akan menjadi perhatian utama pihaknya dalam sisa waktu enam bulan ke depan.
“Arah suku bunga akan tetap menjadi fokus kami karena akan mempengaruhi dinamika pendanaan untuk penyaluran kredit serta aktivitas ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya, dalam Paparan Kinerja Kuartal II 2026 Bank Mandiri, secara daring, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga
Menurut Riduan, setidaknya ada tiga hal utama yang dicermati Bank Mandiri di semester II 2026. Pertama, likuiditas yang berkaitan erat dengan kenaikan suku bunga.
Kedua, terkait stabilitas nilai tukar rupiah. Untuk menghadapi hal tersebut, Bank Mandiri akan mengedepankan prinsip pengelolaan risiko yang prudent.
“Untuk menjaga ketahanan fundamental dan mendukung stabilitas perekonomian nasional,” kata Riduan.
Baca Juga
Laba Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp 30,4 Triliun, Kredit Tumbuh 19,9% pada Semester I 2026
Terakhir, lanjut dia, Bank Mandiri juga akan terus mencermati perkembangan geopolitik serta ekonomi global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi pergerakan harga komoditas dan pasar keuangan.
Meski dibayangi berbagai ketidakpastian tersebut, Riduan memastikan pihaknya tetap berkomitmen menjalankan fungsi intermediasi secar optimal. Strategi yang akan ditempuh antara lain optimalisasi pertumbuhan berbasis ekosistem, akselerasi transaksi dan transformasi digital berkelanjutan, serta peningkatan kualitas layanan.
“Dengan fundamental yang kuat, Bank Mandiri akan terus bertumbuh secara berkelanjutan, memperluas pembiayaan kepada sektor-sektor produktif termasuk UMKM serta terus mendukung agenda pembangunan nasional sebagai agent of development,” ucap Riduan.
