Aset Melesat dari Rp 37,8 Miliar Jadi Rp 1,4 Triliun dalam 4 Tahun, Finatra Gencar Garap Pembiayaan UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah persaingan industri perusahaan pembiayaan (multifinance) yang semakin ketat, lini bisnis pembiayaan produktif di bawah naungan FIF Group yaitu Finatra, menunjukkan pertumbuhan yang tak main-main.
Division Head Finatra Cicilia Tri Hapsariningtyas mengungkapkan, dalam usianya yang baru menginjak tahun keempat, perusahaan ini telah membukukan total aset sebesar Rp 1.4 triliun dengan 30.968 kontrak aktif per 2025. Hal tersebut menjadi lompatan signifikan dari modal awal Rp 37,8 miliar saat pertama kali beroperasi pada April 2022.
“Sebenarnya kalau kekuatan Finatra itu karena memang masih lini bisnisnya FIF Group, rasanya untuk customer atau database-nya FIF Group itu kan kami bisa jadikan data RO (repeat order) untuk bisa ditawarkan ke pembiayaan produktif,” ujarnya, dalam Investortrust Future Forum 2026, bertajuk Beyond Banking: Memperluas Ekosistem Terintegrasi dari Konsumen hingga Solopreneur, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
“Tapi selain itu, kami juga sudah merambah untuk menambah new customer yang memang terutama UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) untuk mengembangkan usahanya melalui Finatra,” sambung Cicilia.
Sebagai bagian dari Astra, lanjut dia, FIF Group secara keseluruhan mencatatkan kontribusi 16,1% terhadap total laba bersih seluruh perusahaan pembiayaan nasional, serta 7,5% terhadap total aset industri pembiayaan.
Grup ini memiliki 267 kantor cabang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, didukung 14.500 karyawan, 4.200 mitra bisnis, 4 juta kontrak aktif, dan basis data pelanggan mencapai 15,2 juta orang.
Baca Juga
Khusus untuk Finatra, kata Cicilia, jaringan operasionalnya kini mencapai `64 cabang yang telah menjangkau seluruh Pulau Jawa, meski ekspansi ke luar Jawa masih terus berjalan.
Di lapangan, Finatra mengandalkan 369 account officer yang bertugas melakukan survei sekaligus mendampingi UMKM dalam menghadapi kendala usaha, serta 135 partnership account officer yang khusus menjalin hubungan dengan berbagai komunitas usaha.
“Ada komunitas juga yang di maintain oleh teman-teman di partnership. Misalnya ada komunitas warteg (warung Tegal), komunitas laundry, kalau misalnya satu ada orang yang bermasalah itu mereka saling guyub untuk bersama-sama membahas, saling menguatkan,” kata Cicilia.
Menyasar Sektor Perdagangan Hingga Kos-Kosan
Sesuai aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan UMKM kini bisa mencapai plafon hingga Rp 10 miliar. Namun sebagai pemain yang baru berjalan empat tahun, Finatra masih bertahap menaikkan pembiayaan dari kisaran Rp 25 juta hingga Rp 500 juta, kini mulai merambah ke plafon Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.
Sektor perdagangan dan eceran tercatat sebagai portofolio terbesar Finatra, disusul sektor perumahan dan bisnis jasa seperti penyewaan properti, kos-kosan, kontrakan, hingga travel.
“Dan saat ini mulai ramai juga F&B (food and beverages) seperti orang-orang yang coffee shop, tempat nongkrong, ternyata itu juga kami sudah mulai merambah ke arah sana,” ucap Cicilia.
Baca Juga
Peringati Hari Kartini, FIFGROUP Hadirkan Aktivasi Interaktif di MRT
Kecepatan Jadi Keunggulan Utama
Cicilia menyebut, kecepatan proses sebagai salah satu keunggulan utama Finatra dibanding kompetitor. Dengan sistem scoring digital yang telah diterapkan, proses pencairan dana bisa dilakukan hanya dalam waktu tiga hari, dengan tenor pembiayaan yang bisa mencapai lima tahun.
“Pengalaman reputasinya di FIF Group yang menjadi bagian dari Astra itu sudah cukup besar untuk pembiayaan di motorcycle, khususnya sepeda motor Honda, juga ada di elektronik, sharia financing,” ujarnya
“Dan pastinya mudah bertransaksi karena memang jaringannya cukup luas, cukup banyak cabang yang ada di FIF Group dan tadi terintegrasi secara digital,” sambung Cicilia.
