Pasar Modal Rebound, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Melesat 72,50%
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellent) Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Handojo G Kusuma mengatakan, industri asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan hasil investasi sebesar 72,50% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 23,42 triliun pada kuartal III-2023.
Menurutnya, kenaikan hasil investasi tersebut menandakan para pemain di industri asuransi jiwa telah menerapkan strategi investasi yang baik. Di sisi lain, kenaikan ini juga dipengaruhi oleh kinerja positif dari pasar modal.
Baca Juga
APPI Yakin Insentif PPnBM Akan Dorong Penjualan Mobil Hybrid
“Ini adalah bukti bahwa industri asuransi jiwa telah melakukan asas kehati-hatian di dalam memilih investasi yang benar,” ujar Handojo, dalam konferensi pers kinerja AAJI kuartal III-2023, di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Sementara itu, hingga kuartal III-2023, total investasi industri asuransi jiwa tercatat Rp 534,10 triliun. Dari jumlah tersebut, mayoritasnya atau sekitar 54,2% ditempatkan di instrumen saham, reksa dana dan sukuk korporasi.
Baca Juga
Tumbuh 6,5%, Reasuransi Himpun Premi Rp 15,63 Triliun di Kuartal III-2023
Kemudian sekitar 36,99% disumbang dari instrumen surat berharga negara (SBN) dan deposito. Lalu sekitar 8,77% diinvestasikan pada bangunan dan tanah, penyertaan langsung, dan lain-lain.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap aturan yang berlaku, serta dalam rangka mendukung program pembangunan jangka panjang pemerintah melalui penempatan dana investasi, industri asuransi jiwa secara konsisten meningkatkan penempatan dana pada instrumen SBN,” terang Handojo. (CR-13)

