BSI (BRIS) Perkuat Komitmen Dukung Pengembangan Ekosistem Bullion Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem bullion nasional melalui keterlibatannya sebagai salah satu pendiri Indonesia Bullion Market Association (IBMA).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat pleno perdana IBMA yang digelar untuk mempercepat pembentukan pasar bullion Indonesia yang lebih terintegrasi, transparan, dan berdaya saing global.
Direktur Sales & Distribution BSI sekaligus Sekretaris Jenderal IBMA Anton Sukarna mengungkapkan, pihaknya terus mendorong literasi masyarakat mengenai investasi emas sebagai instrumen syariah yang aman dan memiliki nilai jangka panjang.
“Terlebih di tengah kondisi ekonomi dinamis, kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis agar emas bisa tetap bisa dijangkau seluruh kalangan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga
Didorong Hal Ini, Pembiayaan BSI (BRIS) Tumbuh 14,6% Jadi Rp 335 Triliun per Mei 2026
Melalui aplikasi BYOND by BSI, lanjut Anton, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas secara digital dengan nominal Rp 50.000. Selain itu, BSI juga tengah menyiapkan fitur tabungan emas rutin sebagai bagian dari pengembangan layanan bullion bank sekaligus upaya meningkatkan inklusi investasi emas nasional.
“Rapat pleno ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan dimulainya era baru di mana Indonesia tak lagi hanya menjadi penambang melainkan penguasa pasar emasnya sendiri,” katanya.
Baca Juga
Rampungkan Migrasi Core Banking, BSI (BRIS) Klaim Dorong Efisiensi Operasional hingga 80%
Sementara itu, Ketua IBMA yang juga Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Selfie Dewiyanti mengatakan, pembentukan IBMA membawa misi besar untuk mentransformasi peran emas dalam perekonomian nasional.
“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif,” ucapnya.
Saat ini, anggota IBMA terdiri dari BSI, Pegadaian, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Indonesia Commodity & Derivatives Exchange, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), dan PT Sentral Kreasi Kencana.
