Kenaikan Harga BBM Bikin Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Tumbuh 32,48% per Mei 2026
JAKARTA, investortrust.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai berpotensi mempengaruhi industri perusahaan pembiayaan (multifinance), khususnya terhadap kemampuan bayar sebagian debitur.
Di lain sisi, kondisi tersebut juga diperkirakan dapat mendorong minat masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik yang menawarkan biaya operasional lebih rendah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (13/7/2026).
“Pada Mei 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik (roda dua dan roda empat) oleh multifinance meningkat 32,48% secara year on year (yoy) menjadi Rp 23,94 triliun,” ujarnya.
Baca Juga
Harga BBM Pertamina Juli 2026: Pertamax Turbo Turun, Pertamax Tak Alami Perubahan
Lebih lanjut, Agusman menjelaskan, pembiayaan mobil listrik atau kendaraan roda empat mencapai Rp 20,06 triliun per Mei 2026. Nilai tersebut meningkat 29,16% (yoy) dan menyumbang sekitar 3,69% dari total pembiayaan multifinance.
Ia mengungkapkan, pembiayaan mobil listrik saat ini masih didominasi oleh kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) dengan nilai mencapai Rp 11,47 triliun, mengungguli segmen battery electric vehicle (BEV), dan plug in hybrid electric vehicle (PHEV).
Baca Juga
Gandeng CDIA, Petrosea (PTRO) Bangun Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Area Tambang
Tantangan Pembiayaan Kendaraan Listrik
Menurut Agusman, salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan pembiayaan kendaraan listrik adalah resale value atau nilai jual kembali kendaraan yang masih menjadi pertimbangan konsumen maupun perusahaan pembiayaan.
“Resale value menjadi salah satu tantangan. Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik dapat terus didorong antara melalui peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik,” katanya.
