Prabowo Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Ciptakan Perputaran Uang Rp 223 Triliun di Desa
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih akan memperkuat perekonomian rakyat. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Kepala Negara menyatakan, kehadiran Kopdes Merah Putih akan menciptakan perputaran uang sebesar Rp 223 triliun per tahun di desa-desa. Tak hanya itu, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi pusat penyaluran barang-barang subsidi agar lebih tepat sasaran.
Baca Juga
Prabowo Wajibkan Barang Subsidi Masuk ke Kopdes, Rentenir Bakal Gigit Jari?
“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran sekaligus menutup celah penyelewengan, termasuk penyelundupan barang subsidi ke luar negeri.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! saya katakan ini harus,” tegas Prabowo.
Program KDKMP yang dicanangkan pemerintahan Presiden Praboowo bertujuan membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa. Program ini difokuskan untuk memperkuat perekonomian desa melalui ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta layanan kesehatan.
Kepala Negara menjelaskan KDKMP akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Selain memiliki kantor koperasi, KDKMP juga akan dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, dan apotek desa yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau. Selain itu, Kopdes Merah Putih juga akan dilengkapi gudang dan gudang pendingin untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen maupun hasil tangkapan.
KDKMP juga dirancang untuk memutus rantai tengkulak melalui sistem pembelian siaga (offtaker), sehingga koperasi siap membeli hasil panen petani dan tangkapan nelayan dengan harga yang adil dan stabil. Skema ini diharapkan dapat melindungi petani dan nelayan dari anjloknya harga akibat permainan pasar.
Baca Juga
Gemuruh Indonesia Arena, Ribuan Pegiat Koperasi Sambut Presiden Prabowo di Puncak Harkopnas ke-79
“Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan,” imbuhnya.
Presiden pun turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program KDKMP yang akan segera dihadirkan di seluruh desa di Indonesia.
