BTN (BBTN) Gandeng BPS Perkuat Program 3 Juta Rumah Lewat Pemanfaatan Data BNBA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui kerja sama strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemanfaatan data statistik nasional, termasuk Data By Name By Address (BNBA), guna meningkatkan ketepatan sasaran pembiayaan perumahan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan data dan informasi statistik serta pemanfaatan jasa layanan perbankan oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Nota kesepahaman tersebut berlaku selama lima tahun.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, kebutuhan data yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung pembiayaan perumahan yang lebih tepat sasaran. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit dengan kebutuhan rumah baru mencapai 700 ribu hingga 800 ribu unit setiap tahun.
"Kita memiliki satu kebutuhan yang cukup besar, yaitu data. Kalau kita bisa memiliki data yang lebih baik mengenai siapa masyarakat yang belum memiliki rumah, bagaimana tingkat penghasilannya, bagaimana demografinya, itu yang kita butuhkan. Dengan data yang semakin baik, pembiayaan akan semakin tepat sasaran," ujar Nixon dalam siaran pers, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga
Melesat 54,37%, Laba Bersih Konsolidasi BTN (BBTN) Tembus Rp 1,85 Triliun
Melalui kerja sama ini, BTN akan memanfaatkan data statistik dan BNBA sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan perumahan masyarakat berdasarkan lokasi, karakteristik sosial ekonomi, kemampuan beli, hingga potensi permintaan pembiayaan di berbagai wilayah.
BTN juga akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 sebagai referensi dalam mengidentifikasi karakteristik aktivitas usaha, pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta perkembangan ekosistem usaha yang mendukung sektor perumahan. Informasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat strategi pembiayaan dan pengembangan layanan sesuai karakteristik ekonomi di setiap wilayah.
Selain pemanfaatan data statistik, kerja sama BTN dan BPS mencakup dukungan pelaksanaan sensus dan survei, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, knowledge sharing, program magang, serta pengembangan kompetensi di bidang statistik, data science, dan analisis data.
Baca Juga
BTN Rampungkan Pengalihan Portofolio Kredit, Manfaat Pensiun Masih Dikelola SMBC
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nota kesepahaman tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sinergi kedua institusi dalam penyediaan dan pemanfaatan data statistik, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kesejahteraan pegawai melalui akses yang lebih luas terhadap layanan perbankan BTN.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, BTN dan BPS akan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur implementasi teknis, termasuk penyusunan model pemetaan kebutuhan perumahan berbasis BNBA, identifikasi potensi permintaan pembiayaan, pengembangan kapasitas SDM, serta mekanisme monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerja sama.
