BTN (BBTN) Bidik Penjualan 4.500 Unit Rumah di Lelang Akbar BTN 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara (BBTN) membidik penjualan hingga 4.500 unit rumah dalam program Lelang Akbar BTN 2026. Target ini merupakan bagian dari aksi perusahaan menawarkan 10.000 unit hunian bekas (second) sepanjang tahun ini.
SEVP Assets Management BTN Benjamen Sihombing mengatakan, perseroan tidak memasang target yang terlalu tinggi pada tahap awal pelaksanaan program tersebut. Pasalnya berdasarkan pengalaman tahun lalu, BTN mampu melelang 34,4% dari total unit yang ditawarkan, menjadi performa laku lelang tertinggi di antara bank Himbara pada 2025.
“Kami tidak muluk-muluk ya, dari 10.000 unit yang rencananya kami jual tahun ini, mungkin 35% - 45% laku karena ini di baru tahapan sosialisasi. Itu sudah cukup luar biasa menggerakkan nilai keekonomian, termasuk pemulihan (NPL) kepada bank. Itu cukup besar,” papar Ben di Menara BTN, Senin (25/5/2026).
Baca Juga
Lelang Akbar BTN 2026 Digelar, DJKN Dorong Investasi Properti dan Percepat Pemulihan Aset
BTN menawarkan ribuan properti dengan harga kompetitif yang diklaim lebih rendah hingga 40% dari harga pasar. BTN pun menghadirkan produk KPR BTN Maju dengan bunga mulai 5% fixed 5 tahun, uang muka mulai 1%, dan tenor hingga 30 tahun.
Menurut Ben, tren rumah second dan aset lelang saat ini semakin diminati masyarakat karena menawarkan harga lebih terjangkau, dengan lingkungan hunian yang sebagian besar terbentuk.
Ribuan hunian dimaksud, dapat dilihat melalui platform Bale Lelang BTN, melalui Balelelang.btn.co.id atau aplikasi mobile Bale by BTN. Platform ini menghadirkan katalog aset, proses transaksi, hingga dukungan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
BTN menjelaskan, aset yang ditawarkan mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, hingga aset komersial lain dari beragam lokasi mulai Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga luar Pulau Jawa.
Baca Juga
Benjamen menyimpulkan bahwa saat ini, rumah second tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga solusi kepemilikan hunian bagi masyarakat di tengah kenaikan harga rumah baru.
“Penguatan ekosistem rumah bekas diharap dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, mendukung Program 3 Juta Rumah, sekaligus menciptakan pasar properti yang lebih sehat dengan pilihan harga yang lebih kompetitif,” pungkasnya.

