Rumah Subsidi untuk Ojol, 3.000 Driver Gojek Antre Ajukan KPR FLPP BP Tapera
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk memperluas akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi mitra pengemudi Gojek. Hingga saat ini, lebih dari 3.000 mitra pengemudi tercatat mengantre untuk menjalani proses pemeriksaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan tahapan administrasi lainnya.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma dan Head of Public Affairs GOTO Dyan Shinto Nugroho di kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026).
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma menyampaikan, program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas penyaluran KPR FLPP kepada pekerja sektor informal.
"Kita tahun ini kan sudah mendapatkan alokasi kuota dana FLPP sebesar 350.000 unit. Sesuai dengan perjanjian kita dengan para bank penyalur, kami meminta minimum 15% dari kuota tersebut disalurkan bagi para pekerja informal. Termasuk di dalamnya adalah para mitra driver Gojek," katanya.
Ia turut menekankan, belum ada kuota khusus yang disiapkan bagi mitra pengemudi Gojek. Menurut Sid, seluruh mitra yang memenuhi syarat dapat mengikuti proses pengajuan KPR subsidi tersebut.
Baca Juga
BP Tapera Salurkan 79.667 Rumah Subsidi Senilai Rp 9,9 Triliun
"Jadi nanti kita lihat bagaimana program sosialisasi kita bersama. Mudah-mudahan di situ akan keluar para driver Gojek yang berminat untuk memiliki rumah dan nanti kita proses. Pada saat ini tidak ada batasan untuk mengalokasikan kuota khusus untuk para driver Gojek, ini terbuka," jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, BP Tapera dan Gojek akan melakukan sosialisasi serta edukasi mengenai KPR Sejahtera FLPP melalui aplikasi mitra, kegiatan bersama, publikasi, hingga kampanye edukasi. Mitra pengemudi yang memenuhi persyaratan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengajukan KPR FLPP dengan skema uang muka atau down payment (DP) sebesar 0%.
BP Tapera menilai, setiap calon penerima manfaat tetap akan melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan. Persyaratan yang diperiksa antara lain belum pernah memiliki rumah, memenuhi kriteria MBR, berusia 21-45 tahun, serta memenuhi indikator kinerja seperti tingkat penyelesaian perjalanan dan keaktifan dalam bekerja.
Sementara itu, Head of Public Affairs GOTO Dyan Shinto Ekopuri, mengatakan bahwa saat ini sebanyak 125 mitra pengemudi telah siap menandatangani akad kredit.
"Saat ini yang sudah siap menandatangani akad 125 driver kami yang mitra-mitra kami ini tersebar di seluruh Indonesia. Yang sedang mengantre untuk pemeriksaan BI checking, SLIK, dan lain sebagainya lebih dari 3.000 driver," ungkapnya.
Dyan menambahkan, mitra pengemudi yang diprioritaskan dalam program tersebut merupakan mitra dengan kinerja terbaik atau "mitra juara".
"Tentunya adalah mitra-mitra yang top performance atau kita bilang 'mitra juara'. Mitra juara ini tidak hanya ditentukan oleh berapa lama mereka sudah menjadi mitra, tapi yang terlebih adalah konsistensi performance mereka," katanya.
Ia juga menggarisbawahi, proses pembayaran cicilan juga akan menggunakan mekanisme direct debit instruction (DDI) agar pembayaran angsuran dapat dilakukan secara otomatis.
"Sehingga ini diharapkan tidak memberatkan mitra. Jadi mitra bisa langsung pulang, pikiran tetap tenang karena pembayaran cicilan untuk rumah, keluarga sudah terpenuhi," tutur Dyan.
Sekadar informasi, per 2 Juli 2026, BP Tapera membukukan realisasi KPR FLPP sebanyak 93.339 unit dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 11,6 triliun. Dari jumlah tersebut, penerima manfaat terbanyak berasal dari kelompok pekerja swasta dengan total 61.126 unit (65,49%).
Disusul kelompok wiraswasta sebanyak 15.890 unit (17,02%), pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 7.643 unit (8,19%), dan TNI/Polri sebanyak 1.394 unit (1,49%).
