Layanan Strok Terintegrasi Antar Tiga RS Primaya (PRAY) Raih Pengakuan Dunia
Poin Penting
|
BEKASI, Investortrust.id - Tiga rumah sakit yang berada di bawah naungan Primaya Hospital Group, bagian jaringan rumah sakit (RS) milik PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) meraih WSO Angels Award 2026 atas keunggulan layanan strok yang memenuhi standar internasional. Penghargaan tersebut diberikan kepada Primaya Hospital Bekasi Barat dengan predikat Diamond, Primaya Hospital Depok dengan predikat Platinum, dan Primaya Hospital Bekasi Utara dengan predikat Gold.
Pengakuan ini menjadi validasi atas kesiapan rumah sakit dalam memberikan penanganan strok yang cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh tim multidisiplin yang terlibat dalam penanganan pasien strok.
Baca Juga
Diabetes Bisa Picu Amputasi? Ini Layanan Baru di Primaya Hospital (PRAY) Bekasi
“Brain & neuro merupakan salah satu center of excellence atau layanan unggulan Primaya Hospital Group, dengan layanan strok sebagai salah satu fokus utama. Dalam kasus strok, setiap menit sangat berarti sehingga dibutuhkan respons yang cepat, dan koordinasi yang baik. Pencapaian ini juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin banyak pasien dapat pulih dan kembali hidup secara mandiri,” ujar Leona di RS Primaya Hospital Bekasi Barat, Jumat (19/6/2026).
Strok masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Penyakit ini berkontribusi terhadap sekitar 11,2% kasus kecacatan dan 18,5% kematian sehingga membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tepat guna meningkatkan peluang keselamatan serta pemulihan pasien.
Dalam penanganan strok dikenal prinsip time is brain, yang menegaskan bahwa setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan sekitar 1,9 juta sel saraf otak mati secara permanen. Untuk itu, kecepatan diagnosis dan terapi menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil pengobatan pasien.
WSO Angels Award merupakan penghargaan internasional yang diberikan berdasarkan berbagai indikator mutu layanan strok. Penilaian mencakup kecepatan identifikasi pasien, kepatuhan terhadap protokol klinis, kualitas tata laksana medis, hingga komitmen rumah sakit terhadap perbaikan layanan secara berkelanjutan.
Angels Consultant Wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Bekasi, dr. Muhammad Fiarry Fikaris, M.Sc., mengatakan kesiapan rumah sakit menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang pemulihan pasien stroke.
“Dalam penanganan strok, waktu sangat menentukan. Pasien perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit yang memiliki kesiapan layanan strok agar terapi dapat diberikan secara tepat dan cepat," kata dia.
Dia mengatakan, di Bekasi, hanya lima rumah sakit yang berstatus stroke-ready hospital, dan tiga di antaranya adalah Primaya Hospital. "Ditambah dengan pencapaian Primaya Hospital Depok, hal ini menunjukkan komitmen kuat Primaya Hospital dalam membangun layanan stroke yang terintegrasi," kata dia.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan konsistensi Primaya dalam membangun sistem pelayanan stroke yang memenuhi standar global, mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga tata kelola klinis yang terukur.
Pasien Stroke Semakin Muda
Dokter spesialis neurologi Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Fakhrunnisa, Sp.N., FNK., AIFO-K, mengatakan tantangan terbesar dalam penanganan strok masih berasal dari keterlambatan pasien mendapatkan pertolongan medis.
“Salah satu tantangan yang masih sering kami temui adalah pasien yang menunda datang ke rumah sakit karena berbagai alasan, termasuk menunggu anggota keluarga. Padahal, pada strok setiap menit sangat berarti. Kami juga melihat tren pasien yang semakin muda, bahkan ada yang berusia 37 tahun. Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala stroke dan segera mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.
Baca Juga
Primaya (PRAY) Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi Ablasi Non-Radiasi
Untuk menjawab tantangan tersebut, Primaya Hospital mengembangkan Sistem code stroke, yaitu protokol terintegrasi yang memastikan pasien mendapatkan penanganan secara cepat dan terkoordinasi sejak tiba di instalasi gawat darurat hingga pemberian terapi.
Melalui sistem tersebut, rumah sakit menargetkan door-to-needle time atau waktu sejak pasien tiba hingga menerima terapi kurang dari 60 menit. Target ini memungkinkan proses diagnosis dan pengambilan keputusan klinis berlangsung lebih efisien sehingga peluang pemulihan pasien dapat meningkat.
