Diabetes Bisa Picu Amputasi? Ini Layanan Baru di Primaya Hospital (PRAY) Bekasi
Poin Penting
|
BEKASI, Investortrust.id - Diabetes menjadi salah satu krisis kesehatan yang semakin serius di Indonesia. Banyak penderita tidak menyadari penyakitnya hingga komplikasi muncul, sehingga pasien baru mencari pengobatan ketika kondisinya sudah parah dan memerlukan penanganan medis yang kompleks.
Secara global, komplikasi diabetes pada kaki menjadi persoalan kesehatan signifikan. Setiap 20 detik dilaporkan terjadi amputasi anggota tubuh di dunia akibat komplikasi diabetes, dan sekitar 85% kasus tersebut bermula dari luka kecil pada kaki yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi serta penanganan lebih dini.
Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan pembuluh darah. Kerusakan saraf menyebabkan kaki kehilangan sensasi atau mati rasa sehingga luka kecil sering tidak disadari oleh penderita. Pada saat yang sama, gangguan pembuluh darah menghambat aliran darah yang diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
Melihat tingginya risiko komplikasi tersebut, Primaya Hospital Bekasi Timur, bagian jaringan rumah sakit (RS) milik PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), memperkenalkan layanan terpadu Diabetic Foot and Vascular Center. Pusat layanan ini dirancang untuk membantu pengelolaan diabetes dan berbagai komplikasinya, khususnya yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah serta luka pada kaki.
Baca Juga
Katarak Bukan Takdir! Primaya Hospital (PRAY) Ajak Lansia Kembali Melihat Dunia
Layanan tersebut didukung oleh tim dokter multidisiplin yang terdiri dari spesialis bedah konsultan vaskular, spesialis ortopedi kaki dan pergelangan kaki, konsultan endokrin metabolik dan diabetes, spesialis bedah toraks kardiak dan vaskular, serta spesialis rehabilitasi medik. Kolaborasi lintas disiplin ini memungkinkan pasien mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih menyeluruh dalam satu fasilitas layanan kesehatan.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur dr. Meizar Rizaldi mengatakan kehadiran pusat layanan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien secara menyeluruh.
“Dengan hadirnya Diabetic, Foot, and Vascular Center, kami berharap dapat memberikan perawatan lebih holistik bagi pasien dengan gangguan metabolik. Diabetes merupakan faktor risiko berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, serta gangguan pada ginjal dan pembuluh darah, sehingga penanganan yang terintegrasi menjadi sangat penting,” ujar dr. Meizar di Bekasi, Selasa (10/3/2026).
Melalui pendekatan layanan terpadu atau one stop solution, pasien dapat menjalani berbagai pemeriksaan untuk mendeteksi gangguan aliran darah sejak dini. Beberapa pemeriksaan yang tersedia, antara lain doppler vaskular serta ankle brachial index (ABI), yaitu metode pemeriksaan yang membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan untuk menilai adanya penyempitan pembuluh darah.
Apabila ditemukan penyempitan atau sumbatan pembuluh darah, dokter dapat melakukan tindakan medis, seperti angioplasty, yaitu prosedur membuka pembuluh darah yang menyempit menggunakan balon kecil, atau bypass vaskular untuk menciptakan jalur baru aliran darah sehingga risiko amputasi dapat ditekan.
Baca Juga
Pendiri Primaya Berharap Program MBG Difokuskan untuk Ibu Hamil
Selain tindakan medis dan perawatan luka kaki, pasien juga dapat menjalani rehabilitasi medik untuk memulihkan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas tubuh. Pasien juga mendapatkan edukasi mengenai perawatan kaki sehari-hari agar komplikasi dapat dicegah sejak dini.
Menurut dr. Meizar, kehadiran layanan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap penanganan diabetes yang komprehensif, khususnya bagi warga Bekasi dan wilayah sekitarnya.
“Kami berharap layanan ini dapat mempermudah masyarakat Bekasi dan sekitarnya memperoleh penanganan yang komprehensif tanpa harus pergi jauh ke Jakarta,” tutup dr. Meizar.

