Laba Bersih Amar Bank (AMAR) Tumbuh 5,37% Jadi Rp 71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Amar Indonesia Tbk atau Amar Bank (AMAR) mencetak laba bersih Rp 71,12 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 5,37% dibanding Rp 67,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengungkapkan, kenaikan laba tersebut ditopang oleh penguatan kredit bruto yang naik 30,69% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4,16 triliun.
“Pencapaian kinerja positif di kuartal pertama 2026 ini merupakan bukti nyata dari konsistensi strategi Amar Bank dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang aman terpercaya bagi segmen ritel dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah),” ujarnya, dalam Public Expose Amar Bank Kuartal I 2026, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurut Vishal, pertumbuhan tersebut melampaui kenaikan kredit rata-rata industri perbankan nasional yang berada di kisaran 9,49% (yoy) sesuai data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang ditawarkan.
“Momentum positif ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa setiap pencapaian membawa dampak nyata bagi inklusi keuangan di Indonesia,” katanya.
Capaian positif tersebut didorong oleh perluasan pangsa pasar di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding). Pendapatan operasional meningkat 13,82% (yoy) menjadi Rp 527,76 miliar, sementara pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 15,58% (yoy) menjadi Rp 370,20 miliar.
“Kombinasi pertumbuhan kredit dua digit dan ekspansi margin ini menegaskan model bisnis bank yang terukur (scalable) dan menguntungkan dalam menyongsong sisa tahun ini,” ucap Vishal.
Di kesempatan yang sama, SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan, agresivitas pertumbuhan laba dan kredit Amar Bank dijalankan secara selektif tanpa mengorbankan kualitas aset.
Baca Juga
Tumbuh 5,37%, Amar Bank (AMAR) Cetak Laba Rp 71 Miliar di Kuartal I 2026
Hal ini tercermin dari rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) yang turun dari 1,48% pada Maret 2025 menjadi 0,86% di periode yang sama tahun ini.
“Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR (capital adequacy ratio) yang kuat di level 99,17%,” ujar David.
Dari sisi penghimpunan dana, kata dia, total dana pihak ketiga (DPK) Amar Bank melesat 115,46% (yoy) menjadi Rp 2,9 triliun.
“Ke depan, fokus kami adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata David.
Baca Juga
Dorong Inklusi Keuangan, Amar Bank Percepat Penyaluran Kredit Digital UMKM
Strategi Jaga Pertumbuhan Kinerja
Untuk menjaga pertumbuhan kinerja di 2026, Amar Bank fokus pada inovasi teknologi guna mengakselerasi pertumbuhan segmen ritel serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), mendorong pertumbuhan berbasis ekosistem lewat layanan embedded banking, serta memperluas dukungan terhadap sektor-sektor potensial seperti industri kreatif.
Direktur Informasi Teknologi & Operasional Amar Bank Kevin Kane mengatakan, hingga kuartal I 2026, segmen ritel dan UMKM yang ditopang oleh platform Tunaiku sukses mempertahankan tren positif dengan akumulasi penyaluran pembiayaan (disbursement) tembus Rp 19 triliun sejak 2014 dengan menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Solusi embedded banking dengan mitra B2B (business to business) telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan pengguna aktif sebesar 41,09%. Ke depan, dengan infrastruktur digital berbasis cloud dan AI (artificial intelligence) kami akan terus memperluas layanan perbankan digital di sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif,” ucapnya.
