Tumbuh 5,37%, Amar Bank (AMAR) Cetak Laba Rp 71 Miliar di Kuartal I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 5,37% dari Rp 67,49 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp 71,12 miliar di periode yang sama tahun ini.
Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengungkapkan, pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh kenaikan kredit sebesar 30,62% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4,16 triliun di kuartal I 2026.
“Dalam industri perbankan, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari ekspansi kredit atau peningkatan laba, tapi juga dari kemampuan membangun infrastruktur pendanaan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan pers, dikutip Senin (1/6/2026).
Baca Juga
Dorong Inklusi Keuangan, Amar Bank Percepat Penyaluran Kredit Digital UMKM
Dari sisi penghimpunan dana, lanjut Vishal, pihaknya mencatat pertumbuhan DPK sebesar 115,46% (yoy) menjadi Rp 2,91 triliun. Capaian ini memperbaiki profil likuiditas Amar Bank, di mana rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) membaik menjadi 142,56% dari sebelumnya 235,04%.
“Profitabilitas ini didukung oleh struktur pendanaan yang berkelanjutan. Hal ini memberikan fondasi likuiditas yang lebih berimbang untuk mendukung ekspansi kredit ke depan tanpa mengorbankan stabilitas,” katanya.
Pendapatan operasional bank berkode saham AMAR ini juga meningkat 13,82% (yoy) menjadi Rp 527,76 miliar, dengan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) naik 15,58% (yoy) menjadi Rp 370,2 miliar.
“Kombinasi dari pertumbuhan kredit dua digit dan ekspansi margin ini menegaskan model bisnis yang sangat terukur (scalable) dan menguntungkan dalam menyongsong sisa tahun ini,” ucap Vishal.
Baca Juga
Menurutnya, pendekatan yang berorientasi pada nasabah (customer focused) menjadi strategi utama Amar Bank, dengan memanfaatkan teknologi dan analisis data (data insights) untuk merespon kebutuhan segmen ritel serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dinamis.
Sejalan dengan itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Amar Bank juga tetap terjaga di level 0,86% pada kuartal I 2026, menurun dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 1,48%.
SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan, penurunan NPL menunjukkan ekspansi kredit bank tetap dilakukan secara selektif dan prudent. Pasalnya, kualitas aset menjadi perhatian utama pihaknya.
“Penurunan NPL di tengah pertumbuhan kredit menunjukkan bahwa Amar Bank terus menjaga disiplin risiko, termasuk dalam memperkuat proses analisis dan pengelolaan portofolio kredit,” ujarnya.
Dari segi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Amar Bank berada di level 99,17%, jauh di atas ketentuan minimum regulator yakni 8%. Capaian ini memberikan ruang bagi bank untuk melanjutkan investasi pada teknologi, pengembangan produk digital, serta penguatan manajemen risiko.
“Ke depan, Amar Bank akan terus memperkuat penghimpunan dana, menyalurkan kredit secara terukur, dan mengembangkan layanan digital yang relevan bagi nasabah ritel dan UMKM,” kata David.
