Hingga Mei 2026, Kredit yang Belum Tersalurkan Mencapai Rp 2.576 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan di perbankan. Berdasarkan data, undisbursed loan tercatat mencapai Rp 2.576 triliun atau 22,41% dari plafon kredit yang tersedia.
“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, saat pengumuman hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI, Kamis (18/6/2026).
Perry mengatakan pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh sebesar 11,51% secara tahunan.
“Lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,98% secara tahunan,” kata dia.
Baca Juga
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan kredit ini didukung kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi. Kredit investasi tumbuh sebesar 21,95% secara tahunan, kredit modal kerja naik 8,09% secara tahunan, dan kredit konsumsi naik 5,89% secara tahunan.
Selain dukungan kredit yang belum tersalurkan, BI menyebut kapasitas pembiayaan bank memadai. Ini tercermin di rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74%. Tak hanya itu, DPK juga tumbuh sebesar 13,47% secara tahunan pada Mei 2026.
Sementara itu, perkembangan suku bunga perbankan juga diharapkan mendukung prospek kredit. Pada Mei 2026, suku bunga kredit tercatat sebesar 8,72% dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26%.
Di tengah konflik geopolitik dan perang di Timur Tengah, ketahanan perbankan tetap kuat. Ini ditandai dengan likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas permodalan terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang terjaga rendah.
Baca Juga
Legislator Desak Kemenekraf Perkuat Jaminan Kekayaan Intelektual untuk Akses Kredit
Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan pada April 2026 tercatat sebesar 23,97%. Angka ini tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.
BI mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,17% (secara bruto) dan 0,84% (secara neto) pada April 2026.
“Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah, ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga baik,” kata dia.
