BI Catat Kredit yang Belum Tersalurkan per Juli 2026 Sebesar Rp 2.548 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang belum tersalurkan atau undisbursed loan mencapai Rp 2.548 triliun atau 21,81% dari plafon kredit yang tersedia.
“Sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi,” kata BI, dalam keterangan resmi yang dibagikan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (19/8/2026).
Berdasarkan catatan BI, kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh sebesar 13,58% secara tahunan. Angka ini meningkat dari pertumbuhan kredit pada Juni 2026 yang sebesar 12,67% secara tahunan.
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan konsumsi. Kredit investasi pada Juli tumbuh sebesar 25,13% secara tahunan, kredit modal kerja tumbuh sebesar 11,04% secara tahunan, dan kredit konsumsi tumbuh sebesar 5,38% secara tahunan.
“BI memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%,” bunyi keterangan resmi tersebut.
Baca Juga
Menurut Pejabat sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, perkembangan pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kebijakan makroprudensial longgar melalui optimalisasi optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor prioritas.
Destry mengatakan hingga pekan pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp 446,5 triliun dengan alokasi pada financing channel sebesar Rp 368,4 triliun, interest rate channel sebesar Rp 73,2 triliun, serta financing to funding channel sebesar Rp 4,9 triliun.
Sementara itu, ketahanan perbankan juga tetap kuat dan mendukung pertumbuhan kredit, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juni 2026 tercatat tinggi sebesar 23,70%.
BI mencatat rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah di level 2,09% (bruto) dan 0,82% (neto) pada Juni 2026. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat stabil 23,10% pada Juli 2026.

