Kinerja Kantor Dubai Solid, BSI Akan Ekspansi ke Arab Saudi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mengklaim kinerja kantor cabang luar negeri di Dubai tumbuh solid. Atas capaian itu, bank berkode saham BRIS ini tengah mempersiapkan pembukaan cabang di Arab Saudi.
Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha mengungkapkan, pihaknya optimistis bisnis internasional akan menjadi salah satu motor pertumbuhan baru, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Melihat potensi bisnis yang masih sangat besar di pasar UAE (Uni Arab Emirat) dan Timur Tengah, kami optimis pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai dapat terus tumbuh positif di tahun ini,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (15/6/2026).
Menurut Firman, posisi Dubai sebagai pusat bisnis dan perdagangan internasional membuka peluang besar bagi BSI untuk memperluas layanan keuangan syariah. Banyak perusahaan Indonesia maupun korporasi global yang memiliki basis operasional di Dubai, sehingga keberadaan BSI dapat menjadi penghubung transaksi bisnis antara Indonesia dan Timur Tengah.
“Hal itu diharapkan dapat menjadi jembatan untuk layanan keuangan dan memperkuat kerja sama ekspor-impor dengan berbagai perusahaan di Indonesia,” katanya.
Firman mengatakan, kinerja Kantor Cabang Luar Negeri BSI Dubai menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hingga April 2026, aset cabang tersebut melonjak sekitar 80% secara tahunan, utamanya ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan korporasi.
Selain pembiayaan, BSI Dubai juga menyediakan berbagai layanan pendukung perdagangan internasional, seperti treasury, trade finance, serta documentary collection bagi eksportir dan importir yang memiliki transaksi antara Indonesia dan UAE.
Melanjutkan ekspansi di kawasan Timur Tengah, BSI saat ini tengah mempersiapkan pembukaan cabang baru di Kota Jeddah, Arab Saudi. Kehadiran cabang tersebut akan difokuskan untuk menggarap ekosistem halal, termasuk memperkuat layanan bagi sektor haji dan umrah.
Langkah tersebut dinilai strategis oleh Firman, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan menjadi salah satu penyumbang jamaah haji serta umrah terbesar ke Arab Saudi.
Setiap tahun, Indonesia mengirim sekitar 203.000 jemaah haji ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, sekitar 107.000 jamaah atau sekitar 83% merupakan nasabah yang menggunakan layanan BSI.
Baca Juga
Firman menyatakan, ekspansi internasional yang dilakukan pihaknya tak hanya bertujuan memperluas jaringan bisnis, tapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri keuangan syariah global.
“Baik B2B (business to business) dan B2C (business to customer) dan jembatan yang menghubungkan pelaku usaha nasional dengan rantai pasok global,” ucapnya.
Kinerja April 2026 Tumbuh Solid
Terlepas dari itu, BSI mencatatkan kinerja positif hingga April 2026. Hal ini tercermin dari total pembiayaan yang meningkat 15,59% secara year on year (yoy) menjadi Rp 332 triliun.
Di sisi bersamaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp 382 triliun atau tumbuh 17,90% (yoy). Hal tersebut turut mendorong kenaikan total aset BSI menjadi Rp 452 triliun atau naik 12,17% (yoy).
