Naik 29%, Bank Raya (AGRO) Catat Kredit Digital Rp 8,14 Triliun pada Kuartal I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan penyaluran kredit digital sebesar Rp 8,14 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 29% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut memperkuat optimisme perseroan bahwa bisnis digital akan terus menjadi motor pertumbuhan hingga akhir 2026.
Kinerja tersebut turut menopang hasil keuangan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini. Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, dengan Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 5,78% dari 4,87% pada periode yang sama tahun lalu atau naik 91 basis poin, seiring optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan perseroan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bagian dari transformasi menjadi bank digital.
“Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital. Kami terus mengoptimalkan inovasi produk kepada nasabah melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan dengan masyarakat sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami,” kata Ida Bagus Ketut Subagia dalam paparan publik secara daring, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga
Sasar K-Popers, Bank Raya (AGRO) Hadirkan Promo Cashback dan Edukasi Bank Digital
Menurut dia, perseroan masih melihat prospek bisnis digital yang menjanjikan. Hal itu didukung oleh jaringan online to offline (O2O) yang luas, inovasi produk digital lintas segmen, serta sinergi dengan BRI Group untuk memperluas layanan kepada pelaku UMKM.
Sejalan dengan transformasi tersebut, porsi kredit digital Bank Raya terus meningkat menjadi 45,6% dari sebelumnya 32,1%. Sementara itu, outstanding kredit digital mencapai Rp3,14 triliun, atau tumbuh 33,1% secara tahunan.
Baca Juga
Bank Raya (AGRO) Perluas Transaksi Digital Iduladha melalui Program Kurban Onlin
Likuiditas dan permodalan perseroan juga tetap terjaga, dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 81,64%, liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 442,55%, net stable funding ratio (NSFR) sebesar 164,71%, serta capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 41,80% pada Maret 2026.
Hingga akhir Maret 2026, Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 100 fitur di aplikasi Raya yang digunakan oleh lebih dari 1 juta nasabah. Sejumlah fitur unggulan meliputi Saku Bisnis, Uang Saku, Saku Bareng, dan Kartu Digital Debit Visa. Dalam waktu dekat, perseroan juga berencana meluncurkan fitur baru yang memudahkan nasabah mengelola keuangan sekaligus menyalurkan hobi mereka.

