Jangan Konsumtif, Ini Tips Diversifikasi Uang THR untuk Investasi dari IPOT
JAKARTA, investortrust.id - Community Lead PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Angga Septianus mengimbaumasyarakat untuk tidak menghabiskan uang THR untuk kebutuhan konsumtif. Ia mengatakan bahwa lebih baik untuk memanfaatkan uang tersebut secara bijak dengan berinvestasi, atau melakukan diversifikasi investasi.
Angga menegaskan bahwa diversifikasi harus dilakukan berdasarkan profil risiko setiap individu dan tidak boleh sembarangan. Sebab, tiap individu memiliki profil risiko yang berbeda-beda tergantung pada toleransi risiko dan tujuan investasi masing-masing.
“Penting untuk diingat bahwa setiap investasi memiliki risiko, dan diversifikasi adalah kunci untuk mengelola risiko tersebut. Diversifikasi investasi adalah prinsip menginvestasikan uang di berbagai aset atau instrumen keuangan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang mendapatkan hasil yang stabil dalam jangka panjang,” ujar Angga dalam keterangan tertulis, Rabu (27/2/2024).
Ia melanjutkan, bahwa reksa dana adalah pilihan investasi yang cocok untuk diversifikasi sebab ada berbagai pilihan reksa dana yang dapat dipilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi. Berikut tips memaksimalkan uang untuk diversifikasi investasi melalui reksa dana dari IPOT:
Baca Juga
Saat Gaji dan THR Datang Bersamaan, Anda Perlu Simak Tips Allianz Life Ini
1. Bagi investor yang memiliki profil risiko yang cenderung menghindari risiko (risk averse), dapat mengalokasikan sebagian dari uang THR mereka ke dalam berbagai jenis reksa dana. Semisal sebanyak 70% dapat dialokasikan ke dalam reksa dana pasar uang (RDPU), 20% ke dalam reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dan 10% ke dalam reksa dana saham atau reksa dana indeks (RDS).
2. Untuk investor dengan profil konservatif, alokasi aset THR dapat dibagi dengan mayoritasnya sebanyak 60% dialokasikan ke dalam reksa dana pasar uang, 30% ke dalam reksa dana pendapatan tetap dan 10% ke dalam reksa dana saham atau reksa dana indeks.
3. Bagi investor dengan profil agresif, alokasi aset THR dapat dibagi dengan mengalokasikan 30% ke reksa dana pasar uang, 30% ke reksa dana pendapatan tetap, dan 40% ke reksa dana saham atau reksa dana indeks. Hal ini disarankan sebab investor agresif cenderung mencari risiko untuk investasi jangka panjang.
4. Investor dengan profil sangat agresif dapat membagi alokasi asetnya dengan mengalokasikan 30% ke reksa dana pendapatan tetap, 20,6% ke reksa dana pasar uang sebagai tambahan untuk dana darurat dan 49,4% ke reksa dana saham atau reksa dana indeks.
“Berapa pun uang THR yang bisa diinvestasikan, profil risiko sangat penting diperhatikan agar tujuan investasi tercapai,” sarannya.

