Praktisi Sebut Perkembangan Ekonomi Syariah Nasional Didorong Sejumlah Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id - Geliat ekonomi syariah di dalam negeri terus bertumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat akan produk-produk syariah. Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rahmatina Awaliah Kasri mengatakan, perkembangan ekonomi syariah tersebut didukung oleh berkembangnya ekosistem keuangan syariah nasional, disokong dar sisi supply dan demand.
“Jadi kalau kita lihat ekosistemnya dari segi permintaan tidak hanya dari pasar domestik, tetapi juga dari pasar global,” ujar Rahmatina, belum lama ini.
Sementara dari sisi supply, lanjut Rahmatina, ada tiga sektor utama yang mendorong ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, antara lain keuangan komersial syariah di perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank (IKNB) syariah. Kemudian sektor social finance. Lalu, industri halal.
“Ini dilakukan oleh pelaku usaha yang sifatnya mulai dari ultra mikro sampai korporasi itu semuanya ada dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, termasuk komunitas keislaman,” katanya.
Baca Juga
Dorong Ekonomi Syariah, BI Fokus Kembangkan Empat Program Ini
Menurutnya, ekosistem syariah ini juga didukung oleh infrastruktur, antara lain human capital, research and development, kemudian regulasi, branding, dan teknologi digital serta awareness dan perlindungan konsumen. “Jadi ekosistem inilah yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang semakin besar,” jelasnya.
Adapun menurut Rahmatina, kontribusi usaha syariah dan pembiayaan syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2022 mencapai 46,02% atau setara dengan Rp 9.000 triliun lebih. Ini artinya sektor ekonomi dan keuangan syariah ini memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.
Di sisi lain, terkait industri halal, sudah lebih dari satu juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang melakukan sertifikasi halal self declare, dengan jumlah kurang lebih mencapai 3 juta. “Sehingga ini angka yang sangat besar dan terus kita dorong untuk mencapai target 10 juta penerbitan sertifikasi halal,” terangnya.
Baca Juga
OJK: Dukungan Ekonomi Syariah ke Industri Halal Belum Optimal
Sementara, lanjutnya, total ekspor produk halal juga terus meningkat, pada 2022 mencapai US$ 15,87 miliar, kemudian untuk keuangan syariah total asetnya pada 2023 mencapai Rp 2.452,57 triliun atau 10,81% market share dari keuangan nasional.
“Total aset keuangan syariah, di mana market share-nya masih berada di angka 10,81% tetapi ini juga masih sangat besar room of improvement market share keuangan syariah,” jelas Rahmatina.

