Didorong Hal Ini, Laba Bersih JMA Syariah Melesat 42,67% Jadi Rp 4,04 Triliun di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi atau JMA Syariah (JMAS) sukses mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 42,67% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4,04 miliar di 2025. Beberapa faktor pendorongnya, yakni kenaikan pendapatan kontribusi (premi) dan penurunan beban klaim.
“Laba bersih Rp 4,04 miliar di tahun lalu atau ada kenaikan Rp 1,21 miliar dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp 2,83 miliar,” ujar President Director JMA Syariah Basuki Agus, dalam Public Expose JMA Syariah 2026 secara daring, Selasa (20/1/2026).
Kenaikan laba tersebut, lanjut dia, didorong oleh pertumbuhan pendapatan kontribusi sebesar 16,56%, dari Rp 253,71 miliar pada 2024 menjadi Rp 295,72 miliar di 2025. Di sisi bersamaan, JMA Syariah juga berhasil menekan beban klaim sebesar 24,90% (yoy) menjadi Rp 164,46 miliar di 2025.
“Beban klaim tahun di 2025 sebesar Rp 164,46 miliar, tahun 2024 sebesar Rp 218,98 miliar. Jadi ada penurunan sebesar Rp 54,52 miliar,” kata Basuki.
Baca Juga
Naik 21%, Pendapatan Kontribusi JMA Syariah Sebesar Rp 144,57 Miliar di Mei 2025
Di sisi bersamaan, surplus underwritting dana tabarru juga mencatatkan hasil positif, dari minus Rp 13,48 miliar pada 2024 menjadi Rp 1,75 miliar di tahun lalu.
Naiknya laba, kata Basuki, juga didorong oleh penurunan beban komisi sebesar 8,89%, dari Rp 33,94 miliar pada 2024 menjadi Rp 30,92 miliar di tahun lalu.
“Ini terjadi karena dulu kita dominan di asuransi kesehatan sekarang kita dominan di asuransi jiwa sehingga beban-beban komisinya relatif menjadi lebih kecil dibanding yang lain,” ucap Basuki.
Baca Juga
Namun, beban akuisisi meningkat 39,86%, dari Rp 12,92 miliar pada 2024 menjadi Rp 18,07 miliar di tahun lalu. Menurut dia, kenaikan ini disebabkan oleh jumlah produksi yang meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2024.
“Kemudian beban administrasi dan umum, tahun 2024 Rp 27,97 miliar lalu di tahun lalu Rp 24,65 miliar. Ini ada penurunan, artinya secara pengelolaan biayanya lebih kecil dibanding tahun 2024,” ujar Basuki.
Dari sisi permodalan JMA Juga masih cukup solid. Tercermin dari risk based capital (RBC) tabarru yang berada di level 120% dan RBC perusahaan 398,73% hingga penghujung 2025.

