Peredaran Uang Palsu Ancam Stabilitas Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu atau Botasupal menyebut peredaran uang palsu dapat mengancam kedaulatan dan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. Tak hanya itu, peredaran uang palsu juga dapat mengancam stabilitas ekonomi nasional dan daerah.
“Kejahatan rupiah palsu merupakan bagian dari ancaman yang perlu diantisipasi guna mencegah adanya dampak yang lebih luas pada stabilitas sosial ekonomi di daerah maupun di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sekretariat Umum Bopasupal, Brigjen (Pol) Mulyono, saat pemusnahan rupiah palsu di kantor pusat BI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Mulyono mengatakan perlu kewaspadaan bersama untuk menyikapi peredaran rupiah palsu. Langkah tersebut diwujudkan dengan strategi dan upaya untuk menekan peredaran uang palsu tersebut.
“Upaya pemberantasan rupiah palsu dilakukan secara aktif melalui rangkaian strategi komprehensif yang terkoordinasi, terintegrasi, dan disinkronisasi,” kata dia.
Baca Juga
Selain itu, aspek edukasi juga diberikan ke masyarakat. Salah satunya dengan aktif mengenali ciri keaslian rupiah.
“Dalam hal ini, masyarakat yang menemukan uang rupiah palsu atau diragukan keasliannya agar melapor kepada kantor kepolisian terdekat,” ujar dia.
Baca Juga
Evaluasi Pengamanan Natal, Menko Polkam Minta Awasi Peredaran Uang Palsu
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali mengatakan akan terus bekerja sama dengan Botasupal untuk menggalakkan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Kampanye ini diharapkan membuat masyarakat semakin paham dalam memastikan keaslian rupiah.
“Melalui metode 3D, dilihat, diraba, dan diterawang. Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya,” ujar Ricky.
Menurut Ricky, merawat rupiah tak boleh disepelekan. Ada beberapa larangan misalnya, rupiah jangan dilipat, dicoret, diplester, diremas, dan dibasahi.

