Pendapatan Kontribusi Naik 9% Jadi Rp 4,2 Triliun pada 2025, Prudential Syariah Beberkan Pendorongnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mencatatkan pertumbuhan pendapatan kontribusi (premi) sebesar 9% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 4,2 triliun pada 2025. Di sisi lain, pendapatan kontribusi bisnis baru tumbuh 31% (yoy) menjadi Rp 1 triliun.
Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan kontribusi, salah satunya dari sisi produk. Hingga saat ini, perusahaan telah memiliki beragam produk untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
“Mulai dari produk kesehatan, penyakit kritis, hingga produk perlindungan dan investasi,” ujar Iskandar menjawab investortrust.id dalam Konferensi Pers Full Year Performance 2025 Prudential Syariah, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Faktor kedua, menurut Iskandar, yaitu kontribusi besar Prudential Syariah di industri asuransi syariah nasional. Dari sisi agen, perusahaan memiliki lebih dari 64.000 agen, bermitra dengan sejumlah bank besar nasional. “Jadi kombinasi produk lengkap dan jangkauan distribusi terbesar di Indonesia,” tutur dia.
Baca Juga
Tawarkan 3 Keunggulan Ini, Prudential Syariah Rilis Produk Tradisional Baru
Faktor lain pendorong kenaikan kontribusi, kata Iskandar, adalah kepercayaan dari para nasabah. “Kombinasi dari ketiga hal ini menurut saya adalah pendorong utama pertumbuhan kinerja kita di tahun 2025,” ucap dia.
Sementara itu, Direktur Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama menjelaskan, dari total kontribusi tersebut, paling tinggi berasal dari produk penyakit kritis. Hal ini tecermin pada tingginya kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya.
“Perolehan premi kita paling besar dari penyakit kritis, diikuti perlindungan untuk asuransi jiwa yang jangka panjang, selain itu juga perlindungan asuransi kesehatan,” ujar dia.
Menurut Vivin, pertumbuhan kontribusi bisnis baru sebesar 31% yang dicatatkan Prudential Syariah juga mengungguli rata-rata industri syariah yang hanya tumbuh 13%. Hal tersebut didorong oleh produk penyakit kritis, perlindungan asuransi jiwa jangka panjang, serta produk kesehatan. “Itu faktor yang sangat-sangat mendongkrak,” tegas dia.
Dari sisi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link, Direktur Prudential Syariah, Mandar Hastekar mengeklaim sejumlah fund yang dimiliki pihaknya mencatatkan performa yang apik.
“Ada beberapa fluktuasi di pasar, dan performa tersebut terhubung dengan performa pasar. Itu adalah sesuatu yang telah dipilih pengguna berdasarkan fund yang diinvestasikan, namun performa fund tersebut tetap cukup kuat untuk kita,” papar dia.
Baca Juga
Prudential Syariah Catat Kenaikan Kontribusi 4,24% Jadi Rp 3,38 Triliun di 2024
Selain kontribusi, Prudential Syariah mencatatkan total aset sebesar Rp 8 triliun pada 2025 atau tumbuh 20% (yoy). Pertumbuhan itu ditopang oleh strategi portofolio perusahaan serta mencerminkan pengelolaan bisnis yang disiplin dan pertumbuhan yang terarah.
Setali tiga uang, total investasi naik 17% (yoy) menjadi Rp 6 triliun, menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola dana peserta secara optimal.
Kekuatan fondasi keuangan Prudential Syariah juga tecermin pada rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang berada di level terjaga, dengan RBC dana perusahaan serta RBC dana tabarru masing-masing 1.496% dan 209%.
Dari sisi klaim, Prudential Syariah membayarkan santunan klaim dan manfaat sebesar Rp 2,2 triliun sepanjang 2025, atau setara dengan Rp 6 miliar per hari kepada peserta maupun keluarga yang terdampak risiko.

