Prudential Indonesia Catat Total Premi dan Kontribusi Capai Rp 22 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Prudential Indonesia mencatatkan total pendapatan premi dari bisnis konvensional, serta kontribusi dari bisnis syariah mencapai Rp 22 triliun di tahun lalu. Di lain sisi, total aset perusahaan asuransi jiwa ini menjadi yang paling besar secara industri.
“Total pendapatan premi dan kontribusi Rp 22 triliun dan total aset secara keseluruhan Rp 66 triliun yang menjadikan kita paling besar di industri,” ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia Tony Benitez, di Jakarta, Kamis (24/4/2024).
Menurutnya, capaian yang dicatatkannya tersebut sangat solid dengan annual premium equivalent (APE) mengalami pertumbuhan 15% secara tahunan pada 2023. Selain itu, Prudential Indonesia juga sukses mengantongi pangsa atau market share APE 11% secara industri.
Di sisi lain, total aset investasi Prudential Indonesia sebesar Rp 59 triliun pada tahun lalu. Sementara, total klaim dan manfaat yang dibayarkannya mencapai Rp 17 triliun.
Baca Juga
Ini Jurus Prudential Indonesia Tekan Klaim Kesehatan yang Meningkat 19%
“Komitmen Prudential dalam melindungi nasabah kami dengan total klaim dan manfaat yang dibayarkan Rp 17 triliun di 2023,” kata Tony.
Di luar bisnis syariah, lanjut Tony, jika di breakdown pendapatan premi Prudential Indonesia mencapai Rp 20 triliun. Atau jika melihat laporan keuangan publikasi di website, total preminya pada 2023 sebesar Rp 19,88 triliun dari Rp 19,78 triliun pada 2022. Artinya mengalami peningkatan 0,51% secara tahunan.
Selain itu, total aset investasinya Rp 56 triliun, serta total asetnya mencapai Rp 60 triliun. Di sisi yang bersamaan, Prudential Indonesia juga mencatatkan rasio solvabilitas yang sangat baik, tercermin dari risk based capital yang berada di level 470% atau jauh diatas minimum yang dipersyaratkan sebesar 120%.
“Yang sangat penting bagaimana perusahaan cukup sehat dengan RBC 470% atau empat kali tingkat yang disyaratkan oleh regulator,” jelas Tony.

