Tumbuh 38%, Prudential Syariah Bukukan Premi Rp 3,2 Triliun di 2023
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin mengungkapkan pihaknya menorehkan performa apik di tahun lalu. Hal ini tercermin dari kontribusi bruto yang meningkat 38% secara tahunan menjadi Rp 3,2 triliun.
“Sepanjang 2023, kami berhasil mempertahankan kepemimpinan kami di industri asuransi jiwa syariah di Indonesia,” ujarnya, dalam konferensi pers full year performance Prudential Indonesia dan Prudential Syariah, di Jakarta, Kamis (26/4/2024).
Ia melanjutkan, dana tabarru tercatat sebesar Rp 1,2 triliun di tahun lalu. Sejalan dengan itu, total aset Prudential Syariah juga mencapai Rp 6,7 triliun, termasuk di dalamnya terdapat aset kelolaan investasi sebesar Rp 5,5 triliun.
“Prudential Syariah telah menyalurkan klaim dan manfaat sebesar Rp 2,2 triliun atau sekitar Rp 6 miliar per hari, yang terdiri dari klaim manfaat tabarru sebesar Rp 1,3 triliun yang bersumber dari kontribusi peserta dan Prudential Syariah bantu salurkan, serta klaim manfaat investasi sebesar Rp 0,9 triliun,” kata Iskandar.
Baca Juga
Prudential Syariah Punya Produk Perlindungan Jiwa Plus Persiapan Warisan
Klaim tersebut, sebut Iskandar, disalurkan berdasarkan prinsip tolong menolong antar peserta. Sejalan dengan itu, tingkat kesehatan perusahaan yang tercermin dari risk based capital (RBC) mencapai 3.806% untuk dana perusahaan dan 180% untuk dana tabarru.
“Hal ini menjadi bukti dari komitmen kami dalam menyediakan kebutuhan proteksi yang komprehensif sesuai dengan prinsip syariah kepada keluarga Indonesia. Kami akan terus berfokus untuk meningkatkan jumlah peserta, khususnya terhadap segmen muslim,” jelasnya.
Di lain sisi, Iskandar mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya mendorong literasi dan penetrasi asuransi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti asosiasi, organisasi islam, institusi pendidikan dan berbagai pihak lainnya gun memperkuat ekosistem syariah di dalam negeri.
“Prudential Syariah telah menjalin kerja sama dengan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, juga berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), hingga sejumlah universitas untuk meningkatkan literasi,” terang Iskandar.

