Allianz Syariah Bukukan Premi Rp 1,6 Triliun, Tumbuh 19,5% di Tahun Lalu
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Allianz Life Syariah (Allianz Syariah) mencatatkan pertumbuhan kontribusi premi bruto sebesar 19,52% dari Rp 1,34 triliun di 2022 menjadi Rp 1,60 triliun.
“Allianz berkomitmen kuat untuk berinvestasi dan membantu masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam perkembangan industri keuangan syariah,” ujar Direktur Utama Allianz Syariah, Achmad K Permana, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin (27/5/2024).
Namun klaim yang dibayarkan juga mencatatkan hal serupa. Di mana naik 17,27% dari Rp 543,02 miliar pada 2022 menjadi Rp 636,78 miliar pada tahun lalu. Di sisi lain, tingkat kesehatan perusahaan asuransi jiwa syariah ini juga baik tercermin dari risk based capital (RBC) yang berada di level 2.178% untuk dana perusahaan dan 378% untuk dana tabarru.
Baca Juga
Bidik Pertumbuhan Kontribusi 14%, Allianz Syariah Siapkan Strategi Ini
“Hal ini mencerminkan bahwa dana tabarru yang dikelola oleh Allianz Syariah berada dalam kondisi yang sangat sehat,” kata Permana.
Meski kontribusi Allianz Syariah mencatatkan pertumbuhan, nyatanya laba perusahaan asuransi jiwa syariah ini terkoreksi. Merujuk laporan keuangan publikasi di website resminya, tahun lalu laba sebelum pajak Allianz Syariah tercatat Rp 221,16 miliar atau menurun 42,20% dibanding tahun 2022 sebesar Rp 382,61 miliar.
Baca Juga
Inflasi Medis Meningkat, Allianz Syariah: Penyesuaian Premi Jadi Opsi Terakhir
Jika dirinci, penurunan ini bisa jadi karena meningkatnya jumlah beban usaha perusahaan sebesar 44,59% dari Rp 722,44 miliar di 2022 menjadi Rp 1,04 triliun di tahun lalu.

