Bagikan

BCA Akan Bagikan Dividen Tiap Kuartal, Rasio Pun Dinaikkan

Poin Penting

BCA berencana membagikan dividen setiap kuartal mulai 2026, menggantikan skema sebelumnya yang hanya sekali (interim) di akhir tahun.
Rasio pembayaran dividen meningkat menjadi 72% dari sebelumnya 68%, mencerminkan kinerja keuangan yang kuat.
Kinerja positif BCA ditopang laba bersih Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026, didorong pertumbuhan ekonomi dan strategi bisnis yang solid.

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membawa kabar segar bagi para pemegang sahamnya terkait kebijakan pengembalian modal. Emiten bersandi saham BBCA ini secara resmi mengumumkan rencana untuk mengubah frekuensi pembagian dividen menjadi setiap kuartal.

Direktur BCA, Vera Eve Lim mengonfirmasi bahwa mulai tahun ini pihak manajemen berencana untuk lebih rutin membagikan keuntungan kepada investor. Jika sebelumnya dividen interim hanya cair pada akhir tahun, kini jadwal tersebut akan tersebar di sepanjang periode berjalan.

"Benar, kita akan melakukan pembayaran dividen interim, biasanya kita lakukan di bulan Desember sekali setahun. Tahun ini, mulai tahun ini kita akan lakukan setiap kuartalan. Akan mulai dari kuartal kedua, kuartal ketiga, dan kuartal keempat. Jadi ada tiga kali dividen interim. Kuartal satu biasanya dividen final yang baru saja kita lakukan," ujar Vera dalam acara Konferensi Pers Paparan Kinerja PT Bank Central Asia Tbk Kuartal I 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (23/4/2026).

Terkait besaran dividen yang akan dibagikan, Vera mencatatkan adanya tren peningkatan rasio pembayaran (dividend payout ratio) jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada tahun buku terakhir, BCA menunjukkan komitmennya untuk memanjakan pemegang saham dengan menaikkan persentase laba bersih yang dialokasikan sebagai dividen.

"Baru saja kita bayar dividen tahun ini, dividend payout ratio-nya itu 72% dibanding tahun sebelumnya 68%. Jadi ada peningkatan ya," tambah Vera.

Kenaikan rasio ini mencerminkan performa keuangan perseroan yang solid serta permodalan yang sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memberikan imbal hasil yang menarik.

Meski jadwal frekuensi pembagian sudah direncanakan, Vera menekankan bahwa angka spesifik untuk dividen per kuartal tersebut masih dalam proses penggodokan internal.

"Jadi itu belum kita putuskan, tapi itu adalah sesuai rencana kita, rencana kerja juga untuk tahun ini," pungkasnya.

Baca Juga

BCA Cetak Laba Rp 14,7 Triliun di Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh Solid Berkat Momentum Ramadan

Sebelumnya diberitakan, BCA mengawali tahun 2026 dengan catatan kinerja keuangan yang positif. Di tengah kondisi pasar yang dinamis, emiten berkode saham BBCA ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 14,7 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko yang ketat.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh mobilitas ekonomi masyarakat yang meningkat di awal tahun. Perseroan melihat adanya gairah belanja dan investasi yang tetap terjaga meskipun situasi global masih memberikan tantangan tersendiri bagi sektor perbankan nasional.

Baca Juga

Saham BCA (BBCA) Jatuh, Bisa Jadi ‘Harta Karun’ Investor?

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024