IBCSD Libatkan Multi-Stakeholder Susun Metodologi Penilaian Emisi
IBCSD dan Katadata Green Validasi Metodologi Penghargaan Dekarbonisasi untuk Cegah Greenwashing
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Untuk memvalidasi penilaian dekarbonisasi sebagai dasar penyusunan decarbonization award bagi perusahaan di Indonesia, dibutuhkan proses penyusunan metodologi yang terbuka dan melibatkan banyak pihak.
“Pendekatan ini membantu memastikan indikator penilaian jelas, bobotnya dapat dipertanggungjawabkan, serta mempertimbangkan tantangan yang berbeda di setiap sektor industri," kata Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Indah Budiani, dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang validasi metodologi dalam menentukan penghargaan terkait dekarbonisasi seperti dikutip dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga
Pertamina Dorong Dekarbonisasi Aviasi Lewat 'Sustainable Aviation Fuel'
Adapun IBCSD merupakan asosiasi dari beberapa perusahaan di Indonesia yang berbagi komitmen dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, keseimbangan ekologis, dan pertumbuhan sosial.
"Transparansi metodologi menjadi kunci agar penilaian lebih kredibel dan memberikan dorongan nyata bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dekarbonisasi,” sebut Indah.
Sementara Co-founder dan CCO Katadata, Heri Susanto, memaparkan dekarbonisasi merupakan keputusan strategis yang mendukung keberlanjutan bisnis. “Perusahaan yang tidak bertransformasi akan tersisih dari rantai pasok global yang makin hijau,” sebut Heri dalam paparannya.
Untuk itu, kata dia, indikator yang jelas dan transparan sangat penting agar dapat membantu perusahaan menilai kinerja pengurangan emisinya.
Baca Juga
Jepang Siap Dukung Program MBG hingga 175 Proyek Dekarbonisasi di Indonesia
FGD ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan penilaian kinerja dekarbonisasi tidak sekadar menjadi ajang penghargaan simbolik atau berpotensi menjadi praktik greenwashing. Dalam ekosistem penghargaan keberlanjutan, transparansi metodologi menjadi faktor penting agar penilaian dapat dipercaya dan mendorong aksi yang nyata.
FGD ini menghadirkan perwakilan perusahaan, lembaga riset, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan metodologi penilaian mudah dipahami, relevan dengan praktik bisnis, dan dapat diterapkan di berbagai sektor industri. Dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait indikator pengukuran emisi, kesiapan data, sensitivitas informasi, serta kebutuhan terhadap standar perbandingan yang lebih praktis.

