IBCSD dan Kadin NZH Genjot Kesiapan Industri MM2100 Hadapi Target 'Net Zero'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investiortrust.id - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) sebagai salah satu mitra strategis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia atau Kadin Net Zero Hub (NZH), menekankan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon harus dilihat sebagai strategi bisnis jangka panjang.
“Kadin NZH dibentuk sebagai platform kolaborasi untuk membantu perusahaan meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kesiapan dalam menjalankan agenda dekarbonisasi," kata Program Development Director IBCSD, Aloysius Wiratmo dalam lokakarya “Levelling Up on Net Zero” di Kawasan Industri MM2100 di Jakarta, seperti dikutip Kamis (27/11/2025).
Acara yang digelar IBCSD sebagai salah satu mitra strategis Kadin Net Zero Hub (NZH), berkolaborasi dengan PT Megalopolis Manunggal Industrial Development sebagai pengelola Kawasan Industri MM2100 ini dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas perusahaan-perusahaan di kawasan industri dalam memetakan sumber emisi gas rumah kaca (GRK), menghitung dan mengumpulkan data emisi, serta menyusun strategi dan peta jalan dekarbonisasi yang selaras dengan target nasional menuju emisi nol bersih pada 2060.
Baca Juga
Kadin Indonesia Matangkan Rencana Kerja 2026, Fokus Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
"Transisi menuju bisnis rendah emisi bukan hanya pertimbangan etis atau kepatuhan regulasi, tetapi strategi penting agar perusahaan tetap kompetitif dan berkelanjutan untuk mencapai net zero emission di 2060 atau lebih awal,” sebut Aloysius.
Source: Dok MM2100
Perwakilan MM2100, Susi Rahmawati mengungkapkan, sebagai kawasan industri strategis di Indonesia, MM2100 memegang peran penting dalam mendukung akselerasi transisi rendah karbon nasional. Menurutnya, kawasan industri perlu mengelola emisi secara akurat.
“Melalui forum seperti ini, kita bisa memahami apa itu emisi GRK, bagaimana cara mengukurnya, dan langkah apa yang dapat dilakukan perusahaan di kawasan industri untuk mengendalikannya. Kita harus mulai memilah mana aktivitas yang benar-benar berdampak besar dan bagaimana mengelolanya. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama sebagai pelaku industri,” kata Susi.
Baca Juga
Wamenperin Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Kadin Bangun Industri Hijau
Net Zero Research Analyst Engagement Officer dari WRI Indonesia, Muhammad Reza, memaparkan konsep greenhouse gas (GHG) accounting dan pemetaan emisi Scope 1, 2, dan 3 sebagai fondasi penyusunan strategi perusahaan.
Kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya teknis yang memfasilitasi peserta memetakan sumber emisi dan menyusun baseline perusahaan menggunakan template data GHG peserta juga mengidentifikasi titik-titik intervensi potensial di Scope 1 dan 2, termasuk efisiensi energi, elektrifikasi, energi terbarukan, dan penguatan rantai pasok.

