IBCSD dan BEI Dorong Akses Pembiayaan Lewat Sustainable Bonds dan Sukuk
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses menyelenggarakan Executive Dialogue on Sustainable Bonds & Sukuk: Driving Impact Through Capital Markets di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Forum ini mempertemukan lebih dari 40 eksekutif perusahaan, termasuk anggota IBCSD, untuk membahas peluang pembiayaan berkelanjutan melalui instrumen pasar modal.
"Instrumen Green, Social, dan Sustainability (GSS) bonds dan sukuk telah menjadi strategi bagi perusahaan untuk mengakses investor yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan," kata Vice Director Listed Companies Development IDX Indonesia Listyorini Dian Pratiwi dikutip Kamis (9/4/2026).
Penerapan aspek GSS dapat mendorong terciptanya measurable impact sekaligus menjaga stabilitas ekonomi, saat arah ekonomi global kini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan. ”Artinya ini menjadi tren dan kebutuhan global," kata Dian.
Sementara itu, Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani menekankan pentingnya kesiapan bisnis. “Ke depan, keberlanjutan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan bagaimana perusahaan dapat mengakses dan mempertahankan modal," kata dia.
Dia mengatakan, sustainable bonds dan sukuk menjadi bagian dari strategi finansial jangka panjang untuk memperkuat daya saing, ketahanan, dan pertumbuhan bisnis perusahaan.
Forum eksekutif ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memahami penawaran umum berkelanjutan (PUB) melalui efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) sebagai instrumen sustainable bonds dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus memperkuat daya saing bisnis melalui akses terhadap pendanaan jangka panjang yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan, BEI menyoroti perkembangan pasar modal Indonesia yang semakin terbuka terhadap instrumen keberlanjutan, sementara PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menjelaskan integrasi aspek ESG dalam penilaian kredit.
EY Indonesia turut menggarisbawahi pentingnya laporan keberlanjutan sebagai fondasi kredibilitas perusahaan di mata investor.
Baca Juga
Avrist Asset Management Luncurkan Reksa Dana Syariah Avrist Sukuk Berkah 9, Imbal Hasil 6% per Tahun
Forum ini juga menegaskan bahwa lanskap pembiayaan global tengah mengalami pergeseran signifikan, ketika perusahaan yang siap bertransisi bisa memperoleh akses pendanaan yang lebih terdiversifikasi berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan, di antaranya mengintegrasikan ESG dalam strategi inti bisnis, memperkuat laporan keberlanjutan yang kredibel, menyiapkan proyek hijau yang layak didanai (bankable) dan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan.
Forum ini diharapkan dapat membantu perusahaan memahami langkah konkret untuk memulainya.
Salah satu peserta dari sektor industri, Chief Financial Officer MedcoEnergi Power, Myrta S. Utami menyampaikan apresiasinya. “Forum ini sangat membantu perusahaan untuk mulai lebih memahami isu ESG, bukan hanya karena sebagai kewajiban pelaporan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis sehari-hari.
Baca Juga
Beli Sukuk Ritel SR024 Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Cash Back Rp 29 Juta
Yang paling penting, kata dia, diskusi seperti ini memberikan gambaran solusi konkret yang bisa langsung diterapkan oleh perusahaan.
Seiring dengan meningkatnya tuntutan regulasi, seperti CBAM, ESG disclosure, kebijakan dekarbonisasi dan ekspektasi investor global terhadap praktik ESG, perusahaan di Indonesia didorong untuk segera beradaptasi agar tetap kompetitif dalam lanskap bisnis yang terus berubah.

